Headline NewsHukrim

Puluhan Saksi Diperiksa Polisi Kasus Dana BOS SMAN 9 Mataram

Mataram (NTBSatu) – Penangan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 9 Mataram tahun 2021-2022, terus berjalan di Polresta Mataram. Polisi menelusuri Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Sudah periksa puluhan saksi.

Kasat Reskrim Polresya Mataram, AKP I Made Dharma YP membenarkan anggotanya telah memintai keterangan sejumlah pihak. Termasuk dari SMAN 9 Mataram.

Kendati demikian, ia memilih tak merincikan siapa yang orang dimaksud. Menyusul penanganan perkara masih berjalan di tahap penyelidikan. “Sudah puluhan saksi kita periksa dalam penyelidikan,” katanya, Selasa, 9 Juni 2026.

IKLAN

Kepolisian tengah mengusut dugaan penyelewengan dalam pengelolaan Dana BOS di SMAN 9 Mataram tahun 2021-2022. Sejumlah proyek hingga pengadaan menjadi objek pemeriksaan pihak kepolisian.

Berdasarkan data dari platform Jaga.id milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), periode 2021-2022, SMAN 9 Mataram menerima dana BOS setotal Rp2,48 miliar. Tahun 2021 sebanyak Rp1,22 miliar dan tahun 2022 sebanyak Rp1,26 miliar.

Data dari KPK, dana BOS tahun 2021 disalurkan dalam empat tahap. Hanya saja, SMAN 9 terlihat belum melaporkan penyaluran Dana BOS 2021 Tahap 2 hingga Tahap 4.

IKLAN

Sementara pada tahun 2022, SMAN 9 menerima dana BOS dalam tiga tahap. Tahap pertama sejumlah Rp381 juta, tahap dua Rp505 juta, dan ketiga senilai Rp381 juta.

Kasus ini mulai diusut kepolisian sejak tahun 2024. Saat itu, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Mataram telah memeriksa Pegawai Tidak Tetap (PTT), guru, dan bendahara SMAN 9 Mataram.

Sedangkan, Kepala Sekolah SMAN 9 Mataram, Nengah Istiqomah menyebut, pihaknya telah menggunakan dana BOS tahun 2021-2022 dan dilaporkan sesuai peruntukannya.

“Anggaran itu sudah kami gunakan sebagai mana mestinya,” kata Nengah Istiqomah kepada NTBSatu, Senin, 10 Juni 2024.

Jadi Temuan Inspektorat

Ia mengaku, penggunaan dana BOS selama dua tahun itu menjadi temuan Inspektorat NTB. Baik dari pengelolaan dan pembangunan fisik gedung. Namun temuan tersebut telah diselesaikan tahun 2023 lalu.

“Kami juga sudah mendapatkan pembinaan dari Inspektorat (NTB). Kami sangat kooperatif,” akunya.

Kaitannya dengan angka Rp2 miliar, Nengah mengaku bahwa bantuan tersebut tidak hanya untuk fisik saja. Perpindahan gedung lama ke gedung baru, misalnya.

Sebagai informasi, SMAN 9 Mataram sebelumnya di wilayah Gegutu. Setelah melakukan konsultasi ke Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, pemeliharaan sebanyak 30 persen bisa menggunakan dana BOS. “Makanya ada beberapa item (yang diperbaiki), seperti jaringan listrik,” ungkapnya.

Nengah Istiqomah juga menepis adanya pemasangan fisik lain, seperti paving block dan tembok. Hanya pengerjaan taman saja. “Itu saja,” ujarnya.

Sejak pemindahan dua tahun lalu, proses perbaikan fisik dan prasarana terus berjalan. Perpindahan sekolah tersebut karena instruksi pemerintahan. Belum lagi ada perbaikan gedung setelah insiden gempa.

“Makanya pindah kita. Jadi itu sudah Inspektorat periksa,” tegasnya.

Nengah Istiqomah mengaku, beberapa pihaknya telah hadir memberikan keterangan di hadapan kepolisian. Namun dia pribadi, belum. “Kalau tahun 2023, setahu saya hanya permintaan berkas,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait