Pemkab Sumbawa Rehabilitasi SPAM Semongkat Rp23 Miliar untuk Tambah Debit Air
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, mulai merehabilitasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat sepanjang 3,6 kilometer pada 2026.
Proyek senilai Rp23,293 miliar itu ditargetkan menambah debit pasokan air untuk wilayah Kota Sumbawa, Unter Iwes, Labuhan Badas, Moyo Utara, dan Moyo Hilir.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya mengatakan, kontrak pekerjaan mulai berlaku sejak 7 Mei 2026. Proyek tersebut berlangsung selama 224 hari dan ditargetkan rampung pada 17 Desember 2026.
“Alhamdulillah Kabupaten Sumbawa mendapat kegiatan rehabilitasi jaringan air baku Semongkat sepanjang 3,6 kilometer. Dengan nilai pelaksanaan Rp23 miliar 293 juta,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, rehabilitasi SPAM Semongkat meliputi penggantian pipa transmisi, pemasangan water meter intake, penggantian air valve. Kemudian, pemasangan gate valve pada WU yang sudah ada, serta perbaikan abutment jembatan perlintasan pipa.
Gelar Konsultasi Publik
Pemkab Sumbawa juga menggelar konsultasi publik bersama warga terdampak di Desa Pelat, Kelungkung, dan Kereke. Kegiatan itu melibatkan camat, Babinsa, hingga Kapolsek setempat.
“Tadi kita sudah lakukan konsultasi publik dengan masyarakat. Untuk kontraktornya PT Duta Abadi dan konsultannya PT Bintang Tirta Pratama KSO,” katanya.
Ia menambahkan, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menangani proyek tersebut.
Menurut Suharmaji, rehabilitasi SPAM Semongkat menjadi salah satu langkah menghadapi potensi musim kemarau panjang. Pemkab Sumbawa juga akan menguras Bendung Semongkat, agar sedimentasi terurai dan aliran air menuju wilayah pelayanan lebih lancar.
“Sehingga nanti ada pengurasan di Bendung Semongkat supaya sedimentasi bisa terurai dan air bisa lancar ke Kota Sumbawa, Kecamatan Moyo Hilir, Kecamatan Moyo Utara, dan sekitarnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, rehabilitasi jaringan itu bertujuan menambah debit pasokan air karena selama ini suplai PDAM masih terbatas.
“Selama ini kita tahu PDAM debit pasokannya sedikit. Dengan rehabilitasi jaringan ini, kita harapkan debit yang mengalir ke pelanggan atau masyarakat lebih pasti dan tersedia sepanjang hari,” katanya.
Selain menambah debit air, proyek tersebut juga mendukung perluasan jaringan layanan di Kota Sumbawa, Unter Iwes, Labuhan Badas, Moyo Utara, dan Moyo Hilir.
Pemkab Sumbawa meminta masyarakat di sepanjang jalur proyek ikut mendukung pelaksanaan pekerjaan, agar distribusi air nantinya berjalan lancar.
“Harapan kita kepada masyarakat yang ada di seputaran akses sepanjang 3,6 kilometer, yaitu Desa Kelungkung, Desa Pelat, Desa Kereke, terus Unter Iwes, selama pelaksanaan kegiatan dapat mendukung kegiatan ini,” katanya. (*)




