PemerintahanSumbawa

Pemkab Sumbawa Lanjutkan Program Sumbawa Hijau Lestari, 260 Ribu Bibit Disiapkan

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memastikan program penghijauan bertajuk Sumbawa Hijau Lestari tetap berlanjut pada tahun ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo menyatakan, pemerintah daerah tengah merampungkan penyesuaian spesifikasi anggaran sebelum merealisasikan sejumlah agenda fisik, termasuk pemagaran area tanam.

​Program penghijauan ini memuat target penanaman dalam skala besar. Pipin mencatat ketersediaan bibit mandiri mencapai sekitar 260.000 batang.

IKLAN

Jumlah tersebut akan bertambah melalui skema kolaborasi bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) yang siap mendistribusikan komoditas bibit tambahan, seperti bibit kemiri.

​”Untuk tahun ini kan masih akan tetap berlanjutlah untuk Sumbawa Hijau Lestari. Program-programnya termasuk nanti pemagaran yang sudah kita rencanakan,” ujarnya kepada NTBSatu pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Proteksi Kawasan dan Evaluasi Pertumbuhan

Untuk menjaga kelangsungan tanaman yang telah ditanam pada periode sebelumnya, Pemkab Sumbawa memfokuskan perhatian pada proteksi kawasan.

IKLAN

Hasil evaluasi lapangan yang bergulir sejak April lalu mendorong pemerintah untuk menyusun skema pemagaran di tiga lokasi prioritas, termasuk kawasan Hutan Semongkat dan Gapit.

​”Belum, masih dalam proses nih. Kita proses perencanaan, setelah perubahan ini nanti akan berlanjut ke pemagaran di tiga lokasi,” katanya.

​Meski pemantauan awal menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup baik, pihak dinas belum merilis persentase pasti keberhasilan tumbuh seluruh bibit. Kondisi geografis sebaran tanaman yang luas serta fenomena cuaca ekstrem menjadi tantangan utama dalam proses verifikasi data.

Penilaian menyeluruh terhadap tingkat keberhasilan tumbuh bibit rencananya berlangsung setelah memasuki siklus musim penghujan berikutnya.

​”Karena dengan cuaca yang cukup ekstrem ini, mungkin nanti kita akan coba cek kembali,” ucapnya.

Pengawasan Terpadu dan Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan program Sumbawa Hijau Lestari mengandalkan kerja sama lintas institusi dan partisipasi masyarakat lokal.

DLH Kabupaten Sumbawa menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa untuk mengawal pengawasan di lapangan secara berkesinambungan.

​Selain dukungan tingkat lokal, program ini mendapat penopang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui kesepakatan kerja sama resmi (MoU dan PKS). Dukungan modal bibit dari BPDAS juga memperkuat koordinasi kelembagaan di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup.

​”Kalau pengawasan kami tetap, evaluasi terus ini dengan pihak kecamatan, dengan desa juga kami kerja sama,” tuturnya. (*)

Artikel Terkait