Lombok TimurPendidikan

Ratusan Juta Tabungan Siswa Lombok Timur Diduga Mengendap, Wali Murid Minta Kepastian

Lombok Timur (NTBSatu)– Puluhan wali murid SDI NW Bengkaung dan SMPI NW Bengkaung di Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, mengeluhkan pihak sekolah yang belum membagikan tabungan pendidikan anak mereka.

Mereka menuntut kepastian jadwal pencairan dana yang menurut perkiraan mencapai Rp425 juta.

Salah seorang wali murid, AZ, mengungkapkan bahwa persoalan ini sudah berlangsung cukup lama tanpa kejelasan. Mediasi yang berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, belum menghasilkan kepastian jadwal pembagian dana.

IKLAN

“Kami sudah dimediasi, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian. Yang kami minta hanya kepastian kapan uang tabungan itu akan dibagikan,” ujar AZ, Rabu, 1 Juli 2026.

Tabungan yang belum cair mencakup siswa kelas 1 hingga 5 SD serta kelas 1 dan 2 SMP. Sementara itu, pihak sekolah telah menyelesaikan pembagian tabungan siswa kelas 6 SD dan kelas 3 SMP.

Jumlah tabungan tiap siswa bervariasi, mulai dari Rp4,5 juta hingga ada yang mencapai Rp15 juta, Rp17 juta, bahkan Rp30 juta.

IKLAN

Para orang tua mengaku resah karena mereka menabung dana tersebut untuk mendukung pendidikan anak.

Banyak wali murid yang merasa khawatir, sehingga sebagian besar memilih diam meski memiliki keluhan yang sama.

AZ menyebut, dalam mediasi ada pihak yang mengingatkan para orang tua agar tidak menyebarluaskan persoalan ini ke media sosial. Peringatan itu membuat mereka merasa tertekan.

“Semuanya mengeluh, tapi tidak banyak yang berani bersuara. Kami di kampung juga takut,”ungkapnya.

AZ menyebut, dalam mediasi ada pihak yang mengingatkan agar mereka tidak menyebarluaskan persoalan ini ke media sosial. Peringatan itu membuat mereka merasa tertekan.

UPTD Sebut Belum Ada Laporan

Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Masbagik, Mahsun, mengatakan pemberitaan media menjadi sumber pertama yang memberitahunya tentang persoalan tersebut.  Hingga kini, UPTD juga belum menerima laporan resmi dari wali murid maupun komite sekolah.

Namun, ia menegaskan siap memfasilitasi mediasi jika ada laporan resmi. “Kami siap memanuta-tabungan-siswa-lombok-timur-diduga-mengendap-wali-murid-minta-kepastianggil dan memediasi, baik di yayasan maupun di kantor UPTD,” kata Mahsun.

UPTD menerima informasi, bendahara yayasan mengelola dana tabungan. Saat ini sekitar 40 persen dana sudah tersedia, sementara 60 persen masih dalam proses pengumpulan.

Pihak pengelola meminta waktu sekitar satu minggu untuk penyelesaian.

Mahsun menegaskan, pihak sekolah wajib membagikan rapor siswa dan tidak boleh mengaitkannya dengan persoalan tabungan. Ia juga melarang adanya intimidasi atau halangan terhadap hak wali murid.

“Rapor wajib diberikan. Pengembalian tabungan adalah tanggung jawab pengelola,” tegas Mahsun.

Para wali murid mendesak pihak yayasan segera memberikan kepastian serta bertanggung jawab penuh atas pengembalian dana tabungan, agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Sementara itu, kepala sekolah dan pengurus yayasan belum memberikan komentar atas persoalan tersebut. Upaya konfirmasi oleh NTBSatu belum membuahkan hasil. (*)

Artikel Terkait