Lombok Tengah

Dispar Lombok Tengah Genjot Pengembangan Desa Wisata, Bidik Wisatawan Pencari Pengalaman Budaya

Lombok Tengah (NTBSatu)Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Tengah terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai salah satu strategi meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah.

Pejabat Fungsional Dispar Lombok Tengah, Edi Isnaeni mengatakan, selain promosi, penguatan atraksi wisata menjadi faktor penting untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Lombok Tengah.

“Dalam rangka meningkatkan kunjungan, tentunya promosi yang penting. Yang kedua tentunya atraksi. Untuk menarik minat kunjungan, kami harus memperbanyak atraksi,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat 5 Juni 2026.

IKLAN

Salah satu upayanya adalah mengembangkan desa wisata dengan menggali potensi di masing-masing desa tersebut. Menurut Edi, tren wisata saat ini mulai bergeser, di mana sebagian wisatawan tidak hanya mencari destinasi pantai, tetapi juga pengalaman budaya dan kehidupan masyarakat lokal.

“Kita mau menggali potensi-potensi yang ada di desa karena ada perubahan minat kunjungan juga dari wisatawan. Mereka ingin mengetahui budaya masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Dinas Pariwisata Lombok Tengah telah menyusun daftar desa wisata yang akan menjadi prioritas pengembangan dalam beberapa tahun ke depan. Program tersebut mendapat  dukungan dengan penyusunan regulasi dan penetapan desa wisata secara bertahap.

IKLAN

63 Desa Sudah Terdata

Saat ini, terdapat 63 desa wisata yang telah terdata di Lombok Tengah. Desa-desa tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni rintisan, maju, dan mandiri.

Beberapa desa wisata yang telah masuk kategori mandiri antara lain Desa Wisata Bilebante, Sukarara, dan Rembitan. Menurut Edi, desa-desa tersebut telah berkembang dan dikenal hingga tingkat internasional.

Meski demikian, Dinas Pariwisata masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan desa wisata kategori rintisan. Karena itu, pihaknya masih terus melakukan pembinaan terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Tujuannya, agar semangat masyarakat dalam mengelola potensi wisata desa tetap terjaga.

“PR kami tentunya yang rintisan ini. Bagaimana menggiatkan semangat mereka melalui pembinaan terhadap Pokdarwis,” katanya.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga menjalin komunikasi dengan agen perjalanan wisata agar desa-desa wisata di Lombok Tengah dapat masuk ke dalam paket kunjungan wisatawan.

Edi menilai, aktivitas sehari-hari masyarakat yang dianggap biasa justru memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Karena itu, potensi budaya dan kehidupan lokal menjadi salah satu fokus pengembangan desa wisata di Lombok Tengah.

“Hal-hal yang biasa menurut kita, tapi bagi mereka luar biasa. Ini yang sedang kita giatkan dalam program desa wisata,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button