Puluhan Pelajar Tumbang saat Gerak Jalan Harlah ke-23 KSB
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat menggelar lomba gerak jalan menyambut Hari Lahir ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan tahunan ini menyedot antusiasme ribuan peserta dari berbagai lini masyarakat.
Namun, sengatan cuaca terik menguji ketahanan fisik para peserta di lapangan. Akibatnya, kondisi stamina yang merosot memaksa sejumlah peserta menyudahi langkah kaki.
Personel Satpol PP membopong para peserta gerak jalan yang lemas ke posko. Selanjutnya, petugas medis membawa siswa menuju armada ambulans untuk penanganan lebih lanjut.
Sinergi medis melibatkan Dinas Kesehatan, RSUD Asy-Syifa, dan Puskesmas Taliwang. Selain itu, Tim Reaksi Cepat menyisir rute guna mengantisipasi kondisi darurat.
Pihak Panitia dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) KSB, melalui Kabid Pemuda dan Olahraga, Rizki, membeberkan kesiapan tim medis di lapangan. Pihaknya memperkuat penanganan kesehatan melalui kolaborasi lintas fasilitas pelayanan.
“Tim dari Dinas Kesehatan meminta bantuan personel dari rumah sakit. Mereka juga mengajak puskesmas setempat untuk memperkuat penanganan,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 8 September 2026.
Banyaknya siswa yang tumbang menjadi catatan evaluasi mendalam bagi panitia. Oleh karena itu, penanganan kesehatan hari ini melonjak drastis dibanding kategori SD.
“Kejadian hari ini menjadi bahan evaluasi penting bagi panitia. Hari ini memang paling banyak peserta yang membutuhkan perawatan,” tambahnya.
Oleh sebab itu, panitia menyiapkan langkah perbaikan untuk penyelenggaraan lomba tahun depan. Tim pelaksana menimbang opsi perubahan jarak tempuh bagi pelajar.
“Kasus dari tingkat SMP dan SMA, kami mempertimbangkan pemendekan rute. Kami bakal menerapkan kebijakan ini pada tahun depan,” lanjutnya.
Pembagian Jadwal Kategori Lomba
Sementara itu, panitia membagi jadwal perlombaan secara bertahap selama empat hari berturut-turut. Kategori SD mengawali rangkaian acara, selanjutnya tingkat SMP, SMA, hingga instansi dan umum.
Sebanyak 101 regu SMP dan 35 regu SMA memadati rute pertandingan. Di sisi lain, panitia memisahkan kategori pelajar dan umum demi kelancaran acara.
“Kategori SD bergulir Senin, disusul tingkat SMP dan SMA Selasa. Instansi umum putra menyusul persaingan Rabu, lalu putri Kamis,” pungkasnya.
Dinas Perhubungan bersama Kepolisian mengatur lalu lintas di sekitar rute. Kolaborasi lintas sektor membantu proses evakuasi peserta berjalan lancar. (*)




