Kota MataramPemerintahan

Stunting Turun hingga 80 Persen, Dasan Cermen Andalkan Posyandu dan CSR

Mataram (NTBSatu) – Kelurahan Dasan Cermen terus memperkuat penanganan stunting melalui optimalisasi posyandu, pendampingan anak, serta kolaborasi bersama pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kelurahan Dasan Cermen memiliki 5.517 jiwa dan 1.700 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar pada lima lingkungan. Untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, kelurahan mengelola enam posyandu dengan dukungan 42 kader.\

Lurah Dasan Cermen, Sri Sulistiowati mengatakan, keberadaan enam posyandu menyesuaikan kondisi wilayah, termasuk satu lingkungan yang memiliki dua posyandu karena jarak antarwilayah cukup berjauhan.

IKLAN

“Kelurahan Dasan Cermen memiliki 5.517 jiwa dengan 1.700 KK, dan kami memiliki posyandu sebanyak enam posyandu, enam buah, tetapi kita memiliki lima lingkungan, karena ada di satu lingkungan memiliki dua posyandu karena wilayahnya memang agak berjauhan,” ujar Sri, Rabu, 30 September 2026.

Tekan Stunting hingga 80 Persen

Sri mencatat, penurunan angka stunting yang signifikan sejak awal kepemimpinannya. Saat itu, terdapat 60 sasaran stunting.

Melalui pendampingan dan berbagai program, jumlah tersebut turun menjadi 33 sasaran pada tahun pertama dan kini tersisa sekitar 12 anak.

IKLAN

“Awal saya masuk di Kelurahan Dasan Cermen, angka stuntingnya sebanyak 60 sasaran, tapi kami mencoba berusaha seoptimal mungkin, sehingga di tahun pertama saya di Kelurahan Dasan Cermen bisa menurun menjadi 33,” jelasnya.

Kelurahan kemudian menggandeng sejumlah perusahaan, seperti PT Astra dan Alfamart, melalui program CSR untuk mendukung pemenuhan gizi anak.

Selain itu, kelurahan menugaskan 12 personel sebagai orang tua asuh. Setiap personel bertanggung jawab memantau perkembangan satu anak secara rutin setiap bulan.

“Kami memiliki tanggung jawab masing-masing satu orang anak untuk kami mengevaluasi bagaimana progres anak-anak stunting ini per bulannya,” ungkap Sri.

Perkuat Posyandu Berbasis Data

Sebanyak 42 kader menjalankan pelayanan enam posyandu secara bergiliran setiap bulan. Kelurahan juga mengoptimalkan e-PPGBM untuk mendukung pencatatan dan pemantauan kondisi kesehatan serta gizi masyarakat.

Sri menilai kelengkapan data membantu kader mengenali kondisi kesehatan setiap anggota keluarga dan mengidentifikasi warga yang memiliki risiko penyakit.

“Posyandu yang baik adalah posyandu yang memiliki data yang lengkap, karena di situ kader-kader bisa melihat rekam medis setiap warganya,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait