Target PAD Jumbo, Mataram Waterpark Kembali Minta Dana Miliaran untuk Revitalisasi
Mataram (NTBSatu) – Mataram Waterpark (MWP) yang mangkrak sejak 2010 kembali diguyur dana miliaran rupiah. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram mengusulkan anggaran Rp 5,9 miliar untuk revitalisasi MWP tahun ini.
“Kita ingin jadikan tempat itu (MWP) sebagai wahana bermain air, edukasi, dan olahraga,” kata Kadispora Kota Mataram Suhartono Tumiran.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun wahana bermain air seperti waterboom dan kolam khusus anak. MWP juga akan difungsikan sebagai tempat edukasi dan pembinaan olahraga prestasi.
Suhartono optimis MWP bisa menyumbang PAD Rp 10 juta per tahun setelah direvitalisasi. Target ini berdasarkan keyakinannya bahwa MWP akan ramai dikunjungi masyarakat.
“Dilihat dari lokasi yang strategis dengan ditambah fasilitas bermain anak, MWP bakal semakin ramai. Kalau ramai kan pendapatan bisa semakin bertambah,” kata dia.
Namun, MWP telah menelan anggaran miliaran rupiah sejak pembangunannya selesai tahun 2009. Setiap tahun, MWP mendapat kucuran dana dengan alasan perawatan atau renovasi.
Meskipun telah menghabiskan banyak uang APBD, MWP belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Berita Terkini:
- Serasuba Tahap Pertama Rampung, Siap Jadi Pusat Festival Rimpu dan Iduladha 2026
- 22 Tahun Penantian, RUU Perlindungan PRT Resmi Disahkan di Hari Kartini
- Mahasiswa Ummat Raih Medali Perunggu di Ajang Nasional Universitas Negeri Malang
- ANDAI KARTINI HADIR DI ERA INI?
- Jangan Lewatkan! Berikut Lima Film yang Wajib Ditonton di Hari Kartini
Terkait pendanaan MWP, Dispora Kota Mataram juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 96 juta untuk penambahan pompa air.
Hal ini karena selama ini MWP mengambil air dari luar kawasan taman, dan pembangunan teras Udayana telah menutup akses air tersebut.
“Selama ini sumber utama pengambilan air Mataram Waterpark dari jalan, karena adanya pembangunan teras udayana jadi ketutup,” kata Suhartono.
Dengan adanya pompa tersebut, air di kolam MWP dapat diganti secara efektif. Suhartono menambahkan, pembangunan sumur baru sempat terhenti karena sumur bor yang di dalam tidak berfungsi.
“Sebenarnya akan membuat sumur baru kemarin sempat berhenti karena tidak sumur bor yang di dalam tidak berfungsi,” ujarnya. (WIL)



