Hasil Panen Padi di Pringgabaya Anjlok Akibat Kekurangan Air
Lombok Timur (NTBSatu) – Puluhan petani padi di Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabya, Kabupaten Lombok Timur, mengalami penurunan hasil produksi pada musim panen tahun ini.
Pasalnya, padi yang mereka tanam akhir 2023 lalu kekurangan air karena dilanda kekeringan akibat terjadinya fenomena El Nino.
Salah seorang petani di Desa Batuyang, Suyani, mengungkapkan memasuki masa tanam, debit air irigasi mengalami penurunan hingga penanaman padi terpaksa diundur.
“Kami sempat menunda hingga satu bulan untuk melanjutkan menanam padi karana kekeringan,” kata Suryani, Jumat, 3 Mei 2024.
Berita Terkini:
- HUT ke-24 Kota Bima Jadi Momentum Tunjukkan Prestasi dan Harapan Baru
- Gibran Tiba-tiba Bicara Keadilan Hukum untuk Andrie Yunus
- Satu Rumah di Desa Dasan Baru Lombok Tengah Ludes Terbakar Akibat Sambaran Pertalite
- Prabowo Ungkap Uang Negara Rp31,3 Triliun Diselamatkan Sejak Oktober 2025
- Jokowi Tanggapi Permintaan JK Tunjukkan Ijazah Asli
Kata Suryani, kondisi tersebut benar-benar di luar prediksi para petani. Pasalnya, pasokan air saat akhir tahun biasanya selalu berlimpah karena musim penghujan.
“Tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Air sawah kurang, bahkan tidak ada,” ucapnya.
Fenomena iklim ini pun membuat kualitas dan kuantitas panen padi anjlok. “Bobot padi jadi turun bahkan sampai tidak ada isinya,” ungkapnya.
Hasil panen dari luas lahan 20 are yang biasanya mencapa 20 kuintal, pada musim panen tahun ini hanya menghasilkan 9 kuintal. (MKR)



