Lombok Tengah

Terkendala Izin, Seaplane Batujai Ditargetkan Mulai Operasi Tahun Ini

Lombok Tengah (NTBSatu) – Rencana pengoperasian seaplane atau pesawat amfibi di Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah, masih dalam tahap persiapan perizinan.

Investor saat ini tengah menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi di Kementerian Perhubungan, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengatakan, perkembangan tersebut merupakan hasil komunikasi terakhirnya dengan pihak investor yang akan mengembangkan layanan seaplane di Batujai.

IKLAN

Menurut Pathul, proses perizinan menjadi salah satu tahapan penting yang harus selesai sebelum proyek dapat berjalan. Selain administrasi di Kementerian Perhubungan, investor juga perlu memenuhi sejumlah persyaratan teknis lainnya.

“Terakhir kemarin saya ketemu dengan investornya, sedang diurus di Kementerian Perhubungan terkait administrasi dan lain sebagainya. Tentu AMDAL dan lain sebagainya harus mulai diurus,” katanya, Kamis, 25 Juni 2026.

Target Rampung Tahun ini

Meski masih dalam tahap pengurusan, investor menargetkan proyek tersebut mulai berjalan tahun ini dan seluruh proses ramping dalam enam bulan ke depan.

IKLAN

“Kalau target dari mereka, dari perusahaan itu, tahun ini sudah start. Mudah-mudahan dalam waktu enam bulan ke depan ini sudah rampung,” ujarnya.

Selain perizinan, investor juga sedang menyiapkan lahan untuk kebutuhan terminal. Namun, Pathul mengaku belum mengetahui perkembangan terbaru terkait rencana pembelian lahan tersebut.

Menurutnya, kebutuhan lahan tidak terlalu besar karena aktivitas utama seaplane akan memanfaatkan area perairan Bendungan Batujai. Lahan di darat hanya untuk terminal dan fasilitas pendukung operasional.

“Katanya mau beli tanah, karena ada hubungannya dengan terminal,” katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan lahan untuk fasilitas darat sekitar satu hektare dan luasan tersebut mencakup terminal penumpang dan sarana penunjang lainnya.

“Tidak terlalu luas. Paling sekitar satu hektare,” ujarnya.

Terkait koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), Pathul memastikan komunikasi telah berlangsung. Ia menyebut pihak investor sudah bertemu dengan BWS untuk membahas rencana pemanfaatan kawasan Bendungan Batujai.

“Ini sudah terkomunikasi. Mereka sudah ketemu beberapa waktu yang lalu,” katanya.

Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemkab Lombok Tengah menilai kehadiran seaplane berpotensi memperkuat konektivitas transportasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Aktivitas baru yang muncul dari operasional terminal harapannya dapat memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Tentu dengan adanya terminal ini akan berdampak positif bagi masyarakat, pergerakan ekonomi bisa lebih cepat di wilayah kita, di Kabupaten Lombok Tengah,” tutupnya. (*)

Artikel Terkait