Hari Rahman Rahim Jadi Momentum Menguatkan Kepedulian terhadap Anak Yatim
Lombok Tengah (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah kembali menggelar Hari Rahman Rahim sebagai momentum untuk menguatkan kepedulian terhadap anak yatim. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung di Bencingah Agung Masmirah, Kamis, 25 Juni 2026.
Ratusan anak yatim hadir dalam kegiatan yang menjadi salah satu agenda rutin pemerintah daerah tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan itu juga menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan perhatian kepada anak-anak yatim.
Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri mengatakan, Hari Rahman Rahim bukan sekadar kegiatan berbagi, melainkan upaya menghadirkan perhatian dan kepedulian kepada anak yatim.
“Bagaimana kita memperhatikan dan membaur satu dengan yang lainnya agar mereka merasa bukan saja hanya berbicara sedekah, tapi mereka merasa diayomi,” ujarnya.
Menurut Pathul, anak yatim membutuhkan perhatian dari lingkungan sekitar agar tetap merasa menjadi bagian dari masyarakat. Karena itu, kepedulian terhadap mereka perlu terus tumbuh dan terjaga dari waktu ke waktu.
Ia menyebut, jumlah anak yatim di Lombok Tengah saat ini mencapai lebih dari 12 ribu orang yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan program yang memperkuat kepedulian sosial.
Berlanjut ke Kecamatan Masing-masing
Usai kegiatan terpusat di Praya, rangkaian Hari Rahman Rahim berlanjut di sejumlah kecamatan. Pelaksanaannya melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah yang bertugas mengoordinasikan kegiatan di wilayah masing-masing.
Pathul mengatakan semangat berbagi kepada anak yatim kini semakin meluas. Tidak hanya pemerintah daerah, sejumlah pondok pesantren juga turut menggelar kegiatan serupa sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Alhamdulillah, hampir banyak pondok pesantren juga melaksanakan kegiatan yang sama. Mudah-mudahan kepedulian terhadap anak-anak yatim kita ini terus makin hari semakin bertambah,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa perhatian terhadap anak yatim telah menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat. Ia berharap semangat tersebut terus terjaga dan semakin berkembang di masa mendatang.
Pathul juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan gotong royong dalam membantu mereka yang membutuhkan. Menurutnya, perhatian kepada anak yatim tidak cukup hanya pada momentum tertentu, tetapi perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, Lombok Tengah semakin maju dan semakin baik untuk kemaslahatan anak-anak yatim kita di masa depan,” tutupnya. (*)




