Pengzhou China Bidik Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif Kota Mataram
Mataram (NTBSatu) – Kerja sama sister city antara Kota Pengzhou, Provinsi Sichuan, China dan Mataram kembali aktif setelah tertunda akibat pandemi Covid-19 serta dampak bencana gempa bumi.
Kedua pemerintah kota kini mengarahkan kembali kemitraan tersebut dengan fokus pada penguatan sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif berbasis UMKM.
Delegasi Pengzhou melakukan kunjungan resmi ke Mataram pada Selasa, 23 Juni 2026. Wakil Wali Kota Pengzhou, Qiu Hong, menyampaikan ketertarikan pihaknya terhadap potensi unggulan Kota Mataram. Khususnya wisata pesisir serta pengembangan pertanian hortikultura.
“Mataram dan Pulau Lombok memiliki potensi besar pada sektor wisata pesisir serta pertanian hortikultura. Pengalaman pengelolaan kedua sektor tersebut sangat bernilai bagi Pengzhou,” ujar Qiu Hong.
Pengzhou yang berada pada wilayah pedalaman Tiongkok menunjukkan minat besar terhadap pengelolaan destinasi wisata bahari Lombok. Selain itu, komoditas hortikultura, terutama buah-buahan, dinilai memiliki peluang penguatan rantai pasok perdagangan antara kedua wilayah.
Sektor ekonomi kreatif dan UMKM Kota Mataram juga memperoleh perhatian dalam agenda kerja sama ini. Produk kerajinan, kuliner lokal, serta berbagai produk kreatif memiliki peluang penetrasi pasar lebih luas, termasuk melalui jaringan ritel dan pusat perdagangan di Pengzhou.
Kedua pihak juga membahas rencana penyediaan ruang promosi khusus bagi produk UMKM Mataram sebagai langkah awal perluasan akses pasar internasional.
Mataram Kurasi Ketat Produk UMKM Lokal
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menyambut positif peluang tersebut. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk serta kurasi ketat sebelum masuk pasar luar negeri agar daya saing tetap terjaga.
“Kami menyambut baik ketertarikan Pengzhou terhadap potensi Mataram. Ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, serta pertanian memiliki peran penting dalam penguatan kerja sama ini. Pemerintah Kota tetap menerapkan kurasi ketat agar produk yang masuk memenuhi standar kualitas,” ujar Wali Kota Mataram.
Pemerintah Kota Mataram juga membuka peluang pembahasan lanjutan pada sektor farmasi dan pengembangan produk kesehatan berbasis teknologi Tiongkok sebagai bagian dari perluasan kerja sama strategis.
Melalui penguatan kembali kerja sama ini, kedua pemerintah kota berharap kemitraan tidak berhenti pada agenda seremonial, melainkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pada sektor pariwisata, pertanian, serta ekonomi kreatif di Mataram. (*)




