Dongkrak Okupansi Hotel, Dispar Mataram Petakan Agenda Nasional
Mataram (NTBSatu) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, tengah memetakan masuknya agenda nasional berskala besar untuk mendongkrak tingkat hunian kamar hotel di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra menyebut, keterbatasan anggaran membuat pihaknya harus lebih adaptif menjaga pergerakan sektor pariwisata, khususnya industri perhotelan.
“Efisiensi anggaran terjadi di pemerintah daerah, termasuk di kami. Ruang untuk menggelar event besar secara mandiri jadi terbatas. Karena itu, kami mengandalkan agenda nasional sebagai penggerak utama agar okupansi hotel tetap stabil,” ujar Cahya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) berskala nasional kini jadi fokus utama. Kehadiran tamu dari luar daerah dalam jumlah besar dinilai memberi dampak langsung pada tingkat hunian hotel.
“Event MICE nasional ini efeknya sangat terasa. Begitu ada kegiatan besar, tingkat hunian hotel langsung meningkat karena tamu datang dalam jumlah signifikan,” tambahnya.
Selain membidik agenda nasional, Dinas Pariwisata Kota Mataram juga memperkuat sinergi bersama pelaku usaha perjalanan. Langkah ini agar tamu tidak hanya singgah, tetapi tinggal lebih lama di Mataram.
“Kami akan intens berkolaborasi bersama travel agent (agen perjalanan wisata, red). Kami dorong paket perjalanan mampu menambah durasi tinggal wisatawan, sekaligus memperbanyak kunjungan ke destinasi lokal,” jelas Cahya.
Ia menilai, peningkatan lama tinggal (length of stay) menjadi faktor penting untuk mendorong okupansi hotel secara berkelanjutan
“Length of stay kita masih 1,36 hari, lebih rendah dibanding Lombok Tengah 2,03 hari dan Lombok Utara 2,65 hari,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan, meski kunjungan ke Mataram cukup tinggi, wisatawan belum terdorong untuk tinggal lebih lama. Sejauh ini, okupansi hotel masih tertekan akibat kombinasi low season dan momentum Ramadan pada triwulan pertama 2026.
Ketua Asosiasi Hotel Kota Mataram, I Made Adiyasa mengatakan, kondisi tersebut sudah menjadi pola tahunan. Namun, tahun ini terasa lebih berat.
“Triwulan pertama itu memang low season. Tetapi tahun ini makin tertekan karena bertepatan dengan Ramadan,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.
Ia mengungkapkan, tingkat hunian hotel saat ini hanya berada di kisaran 20 hingga 35 persen. “Sekarang masih belum bagus. Rata-rata hunian hotel di Mataram sekitar 20 sampai 35 persen,” katanya.
Agenda Besar Siap Serap Ribuan Tamu
Salah satu agenda nasional yang akan berlangsung di Mataram adalah kegiatan Apresiasi Pemerintah daerah Berprestasi dari Kemendagri pada 16 Mei 2026, Kegiatan ini diproyeksikan menghadirkan puluhan kepala daerah dari seluruh Indonesia.
“Informasinya akan hadir empat gubernur dan sekitar 53 bupati serta wali kota. Ini tentu membawa rombongan cukup besar dan berdampak langsung pada kebutuhan kamar hotel,” ungkap Cahya.
Selain itu, pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) yang dihadiri sekitar 1.500 peserta juga menunjukkan Mataram mulai dilirik sebagai lokasi event nasional.
“Kegiatan seperti ISNU ini menunjukkan Mataram sudah mulai dilirik sebagai tuan rumah event berskala besar. Ini peluang yang harus terus dijaga dan dioptimalkan,” tegas Cahya.
Puncaknya, terletak pada Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada Juli 2026. Menurut Cahya, ini adalah harapan besar bagi pelaku industri perhotelan di Kota Mataram di tengah lesunya tingkat hunian kamar.
Optimistis Sektor Perhotelan Tetap Bergerak
Dinas Pariwisata optimistis sektor perhotelan di Mataram tetap bergerak meski anggaran terbatas. Cahya menilai, upaya menarik agenda nasional menjadi langkah paling realistis saat ini.
“Kami tidak bisa hanya bergantung pada kegiatan internal. Harus ada upaya aktif menarik event dari luar. Cara ini menjaga perputaran ekonomi tetap berjalan dan industri perhotelan terus bergerak,” tambahnya. (*)




