Bupati Jarot Tegaskan Seleksi AMMAN Tanpa Titipan, 300 Pelamar Sumbawa Ikuti Tes Tulis
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Bupati Sumbawa Ir. Syarafuddin Jarot, menegaskan proses rekrutmen karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) berlangsung secara transparan dan tidak ada campur tangan pihak lain.
Penegasan itu ia sampaikan saat membuka tes tulis rekrutmen AMMAN di Auditorium Universitas Samawa (UNSA), Jumat, 12 Juni 2026.
Sebanyak 300 peserta asal Kabupaten Sumbawa yang sebelumnya lolos seleksi administrasi mengikuti tes untuk berbagai posisi, mulai dari teknisi hingga level superintendent di bidang elektrik, mekanikal, dan welder.
Bupati Jarot menyebut, pelaksanaan tes di Kabupaten Sumbawa merupakan hasil komunikasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan. Awalnya, proses seleksi regional rencananya terpusat di Mataram. Namun kemudian penyelenggara memindahkan ke Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memudahkan peserta.
“Jangan sampai adik-adik dari Sumbawa harus mengeluarkan biaya dan waktu untuk mengikuti tes di Mataram. Alhamdulillah, pihak penyelenggara mengubah kebijakan itu. Sehingga, peserta dari Sumbawa bisa mengikuti tes di daerah sendiri,” kata Bupati Jarot.
Menurut Jarot, Kabupaten Sumbawa memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung seluruh tahapan seleksi. Tes tulis yang berlangsung di UNSA. Kemudian pelaksanaan tes praktik di Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa yang memiliki sarana untuk bidang elektrik, mekanik, dan pengelasan.
Ia juga menegaskan, sistem seleksi oleh PT AMMAN berlangsung secara terbuka dan berbasis kemampuan peserta. Peserta dapat mengetahui langsung hasil tes, setelah menyelesaikan ujian karena telah terintegrasi dengan sistem digital.
“Tes sekarang langsung keluar hasilnya. Setelah selesai, nilainya langsung masuk sistem dan peserta bisa mengetahuinya saat itu juga. Transparan, tidak ada siapa pun yang bisa bantu,” tegasnya.
Ngaku Ada Oknum Minta Bantuan
Ia juga mengaku sempat menerima permintaan dari sejumlah pihak yang berharap dapat membantu meloloskan peserta tertentu. Namun ia memastikan tidak ada ruang untuk intervensi dalam proses rekrutmen tersebut.
“Ada yang datang meminta bantuan. Saya sampaikan, saya tidak bisa membantu karena yang menentukan adalah nilai dan kemampuan peserta itu sendiri,” ungkapnya.
Persaingan dalam rekrutmen kali ini terbilang sangat ketat. Dari sekitar 27 ribu pelamar dari seluruh Indonesia yang lolos tahap administrasi, hanya tersedia 117 kuota penerimaan.
“Bayangkan, dari 27 ribu pelamar hanya akan dipilih 117 orang. Ini persaingan yang sangat ketat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tes tulis hanyalah tahap awal dari rangkaian seleksi. Peserta yang lolos masih harus mengikuti tes praktik, wawancara, psikotes hingga medical check-up sebelum dinyatakan diterima.
“Ini betul-betul proses untuk menyaring orang-orang terbaik di antara yang terbaik,” jelasnya.
Bupati Jarot berharap putra-putri daerah mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dan bersaing secara maksimal agar dapat mengisi sebagian besar kuota yang tersedia.
“Kalau bisa, anak-anak Sumbawa menjadi yang terbanyak lolos dalam proses rekrutmen ini. Fokus pada tes, lakukan ikhtiar terbaik dan jangan lupa berdoa,” pesannya.
Ia juga mengingatkan peserta yang belum berhasil agar tidak berkecil hati. Menurutnya, pengalaman mengikuti seleksi ini dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi peluang kerja serupa di masa mendatang.
“Jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran. Ketika ada tes berikutnya, kalian sudah mengenal pola dan model seleksinya,” tutupnya. (*)




