Lombok Tengah

Pedagang Kecil Raup Pendapatan hingga Rp700 ribu per Hari di Ajang MTQ NTB

Mataram (NTBSatu) – Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Memasuki hari kelima kegiatan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengaku mendapat keuntungan lebih dari pelaksanaan ini.

Mereka yang menggelar lapak di sekitar Majelis II Masjid Agung Praya melaporkan lonjakan omzet hingga Rp700.000 per hari. Terbukti naik signifikan daripada pendapatan harian biasa.

Salah satu pedagang sempol, Samanhudi, yang sengaja memindahkan lokasi jualannya ke area Masjid Agung setelah mendapat informasi dari sesama pedagang.

IKLAN

“Biasanya pendapatan saya sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000 per hari. Setelah berjualan di sini, pendapatan bisa mencapai sekitar Rp700.000,” ujarnya, Minggu, 14 Juni 2026.  

Nilai Tambah Pengunjung

Keberadaan stan-stan kuliner dan kerajinan di sekitar area utama cukup memberikan warna tersendiri bagi kegiatan MTQ 2026.

Bagi para pengunjung, integrasi antara pasar rakyat dan festival keagamaan ini menciptakan ruang publik yang nyaman untuk menikmati syiar islam.

IKLAN

Selain itu, seorang pengunjung bernama Qiara, mengatakan adanya pelaku UMKM memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang datang ke lokasi.

“Dengan adanya UMKM, pengunjung bisa menikmati kuliner sambil mendengarkan lantunan Al-Qur’an. Jadi tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga bisa menikmati berbagai makanan yang tersedia,” ujarnya.

Keterlibatan Puluhan UMKM Daerah

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah selaku tuan rumah sengaja mendesain acara ini agar memiliki dampak luas di sektor domestik. Langkah ini untuk memastikan masyarakat bisa merasakan perputaran uang, sekaligus sebagai ajang promosi produk lokal.

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Lombok Tengah, Baiq Yuliana menyebutkan, antusiasme pelaku usaha lokal sangat tinggi untuk berpartisipasi. Setiap kecamatan mengirimkan produk-produk kerajinan dan kuliner unggulannya untuk dipasarkan.

“Kami memfasilitasi tempat berjualan atau bazar ini yang diikuti oleh 70 UMKM kita,” ujarnya. 

Selanjutnya, ia merinci 10 pengiriman industri kreatif yang memamerkan produk kerajinan khas, mulai dari songket, kerajinan ketak, dan yang lainnya. Sementara itu, 60 UMKM lainnya merupakan pelaku industri kecil yang bergerak di bidang olahan makanan dan minuman. (*)

Artikel Terkait