Lima Gerai Koperasi Merah Putih di Kota Mataram Masuk Tahap Penataan Lingkungan
Mataram (NTBSatu) – Lima gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Mataram, masuk tahap penataan lingkungan serta lanskap.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan mengatakan, proses pembangunan berjalan sesuai rencana. “Progresnya sekarang sudah 60 persen,” ujarnya, Selasa, 2 Juli 2026.
Lima gerai tersebut tersebar di Kelurahan Ampenan Utara, Sandubaya, Abian Tubuh, Babakan, dan Jempong Baru. Setelah menyelesaikan pekerjaan struktur bangunan, pelaksana kini fokus menata area sekitar gerai agar siap digunakan masyarakat.
Meski pembangunan fisik belum rampung, aktivitas usaha koperasi sudah mulai bergerak pada masing-masing wilayah.
“Sudah mulai itu aktivitas koperasinya. Jadi sambil menunggu gerai selesai, kegiatan usaha tetap berjalan,” kata Jemmy.
50 KMP Aktif Menjalankan Bisnis
Menurutnya, seluruh 50 KMP Kota Mataram telah mengantongi badan hukum dan memiliki kepengurusan lengkap. Kondisi tersebut membuat koperasi bisa menjalankan kegiatan usaha, tanpa harus menunggu pembangunan gerai selesai.
“Secara kelembagaan dan bisnis, koperasi-koperasi ini sudah aktif. Modal usaha juga sudah dihimpun anggota secara mandiri,” ungkapnya.
Sementara menunggu pembangunan gerai tuntas, pengurus memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk menjalankan aktivitas usaha. Sejumlah koperasi menggunakan kantor kelurahan maupun lokasi lain yang memungkinkan kegiatan tetap berlangsung.
“Yang penting aktivitas usaha jalan dulu. Gerai nanti menjadi pusat pelayanan dan pengembangan usaha koperasi,” tambah Jemmy.
Ia menjelaskan, pembangunan gerai merupakan program pemerintah pusat yang terlaksana melalui kerja sama dengan TNI. Pemerintah Kota Mataram berperan menyiapkan lahan, sedangkan pendampingan kelembagaan dan pengembangan usaha menjadi tugas Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM.
“Pembangunan fisik bukan kewenangan kami. Kami fokus mendampingi koperasi supaya usaha dan kelembagaannya tumbuh,” jelasnya.
Jemmy menilai, program KMP memiliki peran strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat tingkat kelurahan. Kehadiran koperasi diharapkan mampu memperluas kesempatan usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kita ingin koperasi ini menjadi motor ekonomi masyarakat. Bukan hanya melayani kebutuhan anggota, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lingkungan sekitar,” katanya.
Untuk kelurahan yang belum memiliki gerai, pemerintah masih mencari lahan sesuai ketentuan pemerintah pusat. Kebutuhan lahan berkisar 20 x 30 meter agar pembangunan dapat terlaksana sesuai standar.
Selain progres pembangunan, KMP Kota Mataram juga mencatat prestasi membanggakan. Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah provinsi, seluruh 50 KMP Kota Mataram menjadi yang terbaik di Nusa Tenggara Barat karena telah melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT).
“Penilaian provinsi menempatkan KMP Kota Mataram sebagai yang paling siap dan tertib administrasi. Capaian ini harus terus kita pertahankan dan tingkatkan,” tutup Jemmy. (*)




