AdvertorialKota Mataram

Mayoritas DBHCHT Dinkes Kota Mataram Terserap untuk UHC

Mataram (NTBSatu) – Pembiayaan Universal Health Coverage (UHC) mendominasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram tahun 2026.

Dari total alokasi sebesar Rp21.506.414.313, lebih dari separuhnya menyasar perlindungan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, menjelaskan alokasi DBHCHT tahun ini terbagi menjadi enam kelompok pembiayaan.

Porsi terbesar menyasar pembiayaan UHC, termasuk bantuan iuran jaminan kesehatan warga, yang mencapai Rp12.498.948.000.

“Porsi terbesar anggaran DBHCHT memang kami fokuskan untuk menopang program UHC sebesar Rp12,49 miliar lebih. Langkah ini krusial guna memastikan masyarakat Kota Mataram memperoleh perlindungan jaminan kesehatan yang layak,” ujar dr. Emirald, Sabtu, 7 November 2026.

Selain program UHC, anggaran tersebut juga membiayai pengadaan obat-obatan serta Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) senilai Rp4.771.983.331. Sektor infrastruktur fisik pun mendapat perhatian melalui rehabilitasi Puskesmas Pagesangan sebesar Rp2.250.145.000 serta rehabilitasi Pustu Monjok senilai Rp1.104.008.000.

Sementara itu, pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Puskesmas Cakranegara memperoleh alokasi Rp665.000.000, lalu program penurunan prevalensi stunting sebesar Rp216.330.000.

Hingga Oktober 2026, serapan keseluruhan anggaran tercatat sebesar Rp14.465.510.029. Sisa anggaran sebesar Rp7.040.904.284 bakal tuntas melalui mekanisme Anggaran Biaya Tambahan (ABT).

“Sisanya akan kami selesaikan melalui ABT,” tegas dr. Emirald terkait penuntasan sisa anggaran tahun ini.

Ia menekankan, tolok ukur keberhasilan pengelolaan DBHCHT bukan sekadar besarnya angka serapan dana.

“Manfaat utama program kan harus terasa langsung. Adanya peningkatan mutu fasilitas kesehatan, kesinambungan layanan, dan kemudahan akses masyarakat terhadap layanan medis yang berkualitas,” pungkas dr. Emirald. (*)

Artikel Terkait