Pendidikan

Universitas Hamzanwadi Masuk Daftar Perguruan Tinggi Swasta Terbaik Indonesia Versi QS Asia 2027

Mataram (NTBSatu) – Universitas Hamzanwadi di NTB resmi menembus jajaran perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia versi QS Asia University Rankings 2027.

Pemeringkatan skala internasional ini diumumkan secara langsung dalam ajang QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Nusa Dua, Bali, pada 3 November 2026.

Dalam pemeringkatan tersebut, Universitas Hamzanwadi berada di peringkat 851-900 Asia. Capaian ini menempatkan kampus asal NTB tersebut bersanding dengan universitas swasta ternama lain di tingkat nasional.

Kehadiran institusi ini memperlihatkan kualitas pendidikan tinggi daerah yang terus merata di seluruh Indonesia.

Daftar Perguruan Tinggi Teratas

BINUS University memimpin daftar kampus swasta terbaik Indonesia dengan peringkat 173 Asia. Posisi berikutnya milik Telkom University pada peringkat 303 Asia serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di peringkat 364 Asia.

Daftar 15 besar PTS terbaik ini mencakup perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Wilayah penyebaran kampus tersebut meliputi Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sumatra, hingga NTB.

Lembaga QS menetapkan sebelas indikator penilaian untuk mengukur performa setiap perguruan tinggi. Reputasi akademik menjadi indikator dengan bobot terbesar yaitu 30 persen.

Selain itu, indikator reputasi lulusan di mata pemberi kerja menyumbang bobot 20 persen. Penilaian juga mencakup rasio dosen dan mahasiswa sebesar 10 persen serta sitasi per makalah sebesar 10 persen.

Jaringan riset internasional turut memberi kontribusi bobot penilaian sebesar 10 persen.

Capaian Prestasi Pendidikan NTB

Masuknya Universitas Hamzanwadi dalam pemeringkatan regional juga memperkuat posisi NTB di kancah pendidikan tinggi. Prestasi ini mencerminkan peningkatan mutu tata kelola akademik serta riset ilmiah kampus lokal secara berkelanjutan.

Komponen penilaian lain meliputi publikasi ilmiah per dosen sebesar 5 persen dan staf bergelar doktor 5 persen. Selanjutnya, empat indikator mobilitas internasional masing-masing menyumbang bobot penilaian sebesar 2,5 persen.

Capaian tersebut menjadi dorongan bagi perguruan tinggi daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran. Keberhasilan ini membuktikan kampus daerah mampu bersaing di tingkat internasional.

Dari hasil ini, perguruan tinggi swasta di Indonesia kini terbukti menunjukkan perkembangan kualitas yang sangat signifikan setiap tahun. (*)

Artikel Terkait