NTB

TGB Soroti Serangkaian Krisis Nasional, Ajak Bangsa Berbenah

Mataram (NTBSatu) – Dr. H. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A, alias Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan pernyataan lewat akun Facebook pribadinya. Pernyataan itu menyoroti berbagai persoalan bangsa yang tengah terjadi.

Masalah tersebut meliputi kebakaran hutan, kekeringan, hingga isu makar terhadap presiden. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan situasi ini sebagai momentum untuk berbenah.

“Bangsa yang mau belajar dari kesalahan akan maju. Bangsa yang ngotot dalam kezaliman akan hancur,” ujarnya, mengutip Facebook Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi pada Sabtu, 7 November 2026.

Unggahan itu disertai catatan kritis mengenai kondisi mutakhir di Indonesia. Mantan Gubernur NTB tersebut menilai berbagai peristiwa buruk datang secara beruntun. Situasi ini menuntut perhatian serius dari pihak yang memegang tanggung jawab publik.

Menilai Rangkaian Krisis

TGB merinci sejumlah tantangan besar yang tengah negara saat ini hadapi. Tantangan itu mencakup bencana ekologis seperti karhutla dan juga kekeringan.

Selain itu, ada dinamika stabilitas politik berupa ancaman makar terhadap kepala negara. Rentetan kejadian tersebut tidak boleh diabaikan begitu saja oleh masyarakat.

Semua pihak harus membaca hal ini sebagai peringatan kolektif yang penting. Peringatan ini bertujuan memperbaiki tata kelola kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Berita buruk datang beruntun. Karhutla, kekeringan, makar terhadap Presiden. Jadikan ini momentum kita semua berbenah,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan agar para pemangku kekuasaan menjalankan tugas dengan baik. Pihak yang mengemban amanah publik harus bertugas secara jujur dan profesional. Tugas tersebut harus senantiasa berorientasi pada nilai etika serta ketuhanan.

“Yang punya amanah, tunaikanlah dengan baik, takutlah kepada Allah,” tegasnya.

Seruan Introspeksi dan Kesadaran Kolektif

Sebagai penutup, tokoh ulama kharismatik ini mengajak masyarakat memperkuat introspeksi diri. Introspeksi tersebut harus dilakukan secara spiritual oleh setiap orang.

Ia juga menekankan pentingnya kembali pada jalan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah ini berguna untuk menghindari kehancuran moral di tengah ujian bangsa.

“Mari taubat sebelum sakratul maut,” katanya.

Unggahan tersebut menyertakan pagar khusus seperti #taubat dan #indonesiaberkah. Ada pula pagar tambahan berupa #tuangurubajang dalam status itu. Unggahan ini mendapatkan perhatian luas dari warganet di platform Facebook.

Unggahan tersebut kini telah mendulang ribuan tanggapan dari para pengguna media sosial. Melalui pesan moral tersebut, TGB berupaya merajut kesadaran bersama. Harapannya, masyarakat tetap kritis namun konstruktif menghadapi krisis nasional. (*)

Artikel Terkait