Melalui Desa Berdaya, Pemdes Kalimantong Kembangkan Sistem Mina Padi Rp300 Juta
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Pemerintah Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus Program Desa Berdaya sebesar Rp300 juta. Dana tersebut fokuskan untuk pengembangan budidaya perikanan air tawar melalui sistem inovatif mina padi.
Pengembangan mina padi laksanakan dengan memanfaatkan genangan air lahan pertanian aktif milik warga desa. Pola integrasi ini rancang agar para petani lokal mampu meningkatkan pendapatan ekonomi dari dua hasil komoditas sekaligus.
Sekretaris Desa Kalimantong, Hasanuddin Karing, S.T., ungkapkan keunggulan sistem ganda yang siap terapkan wilayahnya tersebut.
“Selain bisa panen ikan, petani juga tetap bisa panen padi lahan pertanian mereka,” ujar Hasanuddin, Jumat, 6 November 2026.
Ia beberkan bahwa seluruh kesiapan lahan pertanian dan daftar kelompok warga penerima manfaat telah tuntas data. Pemdes Kalimantong kini tinggal tunggu penyaluran dana BKK pemerintah provinsi rekening resmi desa.
“Kalau pencairan masuk rekening desa hari ini, dua hari ke depan langsung kita eksekusi,” tegasnya.
Hasanuddin tambahkan, tim lapangan juga telah selesaikan tahapan survei lokasi penyedia bibit ikan dan pakan. Langkah ini lakukan agar proses pengadaan dan pelepasan bibit lahan mina padi berjalan cepat.
Pihaknya optimistis perpaduan panen padi dan ikan air tawar ini akan menjadi solusi penguatan pangan warga. Keberhasilan program ini harapkan mampu dongkrak kesejahteraan keluarga petani Desa Kalimantong secara berkelanjutan.
Dukungan Program Pemprov NTB
Sementara itu, Pemprov NTB terus lanjutkan Program Desa Berdaya hingga akhir 2026 dengan sasaran 257 desa dan kelurahan. Kebijakan ini tujukan untuk percepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi lokal masyarakat.
Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, jelaskan pemerintah berikan BKK Rp300 juta hingga Rp500 juta melalui skema Desa Berdaya Tematik. Bantuan fokuskan pada tiga tema utama, yaitu ketahanan pangan, pariwisata, dan kelestarian lingkungan.
“Desa Berdaya Tematik kita arahkan, pemerintah desa dan kelurahan untuk kembangkan potensi lokal melalui tiga tema utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata, dan kelestarian lingkungan,” jelas Nelly. (*)




