Desa Taman Ayu Matangkan Program Penyangga Sambil Menunggu Realisasi Desa Berdaya
Lombok Barat (NTBSatu) – Pemerintah Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, mulai menyiapkan sejumlah program penyangga untuk menyambut pelaksanaan Desa Berdaya.
Langkah tersebut menjadi strategi desa agar program pemberdayaan masyarakat berjalan optimal. Terlebih, pemerintah desa telah menyiapkan berbagai potensi lokal sebelum bantuan program tersebut terealisasi.
Kepala Desa Taman Ayu, Tajudin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung. Persiapan itu mencakup pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan potensi ekonomi lokal.
“Program-program penyangganya kami sudah siapkan. Ketika menyusun proposal, kami sudah berpikir apa saja yang harus dipersiapkan,” ungkap Tajudin kepada NTBSatu, Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurutnya, Desa Taman Ayu tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah. Sebab, keberhasilan Desa Berdaya membutuhkan dukungan berbagai sektor dan pemangku kepentingan.
Karena itu, pemerintah desa mulai membangun kolaborasi dengan kelompok masyarakat. Persiapan tersebut juga mencakup pembentukan sumber daya manusia yang akan mengelola potensi desa.
Pokdarwis Sudah Terbentuk
Tajudin menyebut, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) telah terbentuk. Pengurus pengembangan Madu Trigona juga sudah dipersiapkan untuk menerima program pemberdayaan.
“Pokdarwis sudah, pengurus Madu Trigona juga sudah kami siapkan. Mereka sudah siap sekali menerima programnya,” jelasnya.
Selain itu, kelompok pariwisata mulai menerima kunjungan wisatawan. Sejumlah pengunjung bahkan telah memanfaatkan fasilitas penginapan dan camping di kawasan pantai.
Meski demikian, Tajudin mengakui bantuan Desa Berdaya belum masuk ke kas desa. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan persiapan pemerintah desa bersama masyarakat.
Program Desa Berdaya Sasar 257 Desa dan Kelurahan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus melanjutkan program Desa Berdaya, hingga akhir 2026, Program tersebut menyasar 257 desa dan kelurahan.
Program ini menjadi salah satu upaya Pemprov NTB mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan, dari total sasaran tersebut, sebanyak 224 merupakan desa dan 33 lainnya merupakan kelurahan.
Penerima program tersebar di seluruh 10 kabupaten/kota di NTB, yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten/Kota Bima, dan Kota Mataram.
Dari 224 desa sasaran, sebanyak 216 telah memperoleh rekomendasi. Sebanyak 206 pengajuan sudah disampaikan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) NTB.
“Ada 59 lainnya masih memerlukan perbaikan administrasi. Kemudian, desa yang telah menerima transfer dana tercatat sebanyak 105 desa,” Jelas Nelly, Jumat, 30 Oktober 2026.
Nelly menjelaskan, Pemprov NTB menjalankan Desa Berdaya melalui dua pendekatan, yakni Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif.
Melalui pendekatan tematik, pemerintah memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp300 juta hingga Rp500 juta kepada desa untuk menyelesaikan persoalan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
“Desa Berdaya Tematik kita arahkan, pemerintah desa dan kelurahan untuk mengembangkan potensi lokal melalui tiga tema utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata, dan kelestarian lingkungan,” jelasnya. (*)




