AdvertorialPendidikan

PGSD STKIP Tamsis Bima dan PGSD Tangerang Raya Jajaki Pertukaran Dosen

Bima (NTBSatu) – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjajaki kerja sama akademik dengan PGSD Tangerang Raya, Banten.

Kolaborasi ini mencakup pertukaran dosen, penulisan artikel ilmiah dan buku ajar bersama, serta penelitian lintas kampus.

Kedua program studi menargetkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) rampung semester ini. Mereka berharap kegiatan kerja sama mulai berjalan semester depan.

Ketua Prodi PGSD STKIP Tamsis Bima, Rizalul Fiqry, dan Ketua Prodi PGSD Tangerang Raya, Miftakhuddin, membahas rencana tersebut melalui pertemuan daring menggunakan Zoom, Senin, 19 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung sekitar 45 menit.

“Pembicaraannya masih tahap awal, tetapi kedua pihak menyambut baik. Kebutuhan kami dan mereka ternyata saling melengkapi,” ujar Rizalul Fiqry, Rabu, 21 Oktober 2026.

Rizal menjelaskan, PGSD Tangerang Raya membutuhkan tambahan dosen bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sementara itu, STKIP Tamsis Bima memiliki sekitar 14 dosen IPA, beberapa di antaranya telah menempuh pendidikan magister dan doktoral.

“Dosen IPA kami cukup banyak dan kompeten. Mereka bisa membantu mengampu kelas di Tangerang Raya, sehingga keahliannya termanfaatkan lebih luas,” kata Rizal.

Kolaborasi Dosen dan Riset

Pertukaran dosen direncanakan melalui perkuliahan daring dalam beberapa pertemuan. STKIP Tamsis Bima akan mengirimkan data dosen yang berpotensi terlibat agar kedua pihak dapat menentukan pengajar sesuai kebutuhan mata kuliah.

Selain itu, kedua prodi memprioritaskan penulisan artikel ilmiah dan buku ajar bersama. Rizal menilai kolaborasi lintas kampus dapat memperkaya perspektif akademik sekaligus memperluas jejaring penelitian.

“Kami ingin keluar dari pola internal itu. Menulis bersama dosen dari kampus lain akan memperkaya perspektif dan memperluas jejaring,” ujarnya.

Kedua prodi juga akan mempelajari peluang hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), khususnya skema penelitian kerja sama antarperguruan tinggi.

Mereka akan menelaah aturan terbaru sebelum menentukan langkah selanjutnya. Peluang pertukaran mahasiswa dan dosen melalui program Kampus Merdeka juga masuk dalam pembahasan.

Untuk mempercepat administrasi, PGSD Tangerang Raya akan menyiapkan draf MoU dalam format PDF. Kedua pihak mempertimbangkan tanda tangan digital dan meterai elektronik agar proses lebih praktis. Penandatanganan langsung juga menjadi alternatif apabila mereka bertemu dalam kongres di Surabaya.

Rizal menegaskan, kerja sama harus menghasilkan kegiatan nyata, bukan sekadar dokumen formalitas.

“Asesor akreditasi biasanya meminta bukti MoU dan perjanjian kerja sama beserta realisasinya. MoU tanpa kegiatan tidak dihitung sebagai kerja sama yang berjalan, jadi dokumentasinya harus baik,” kata Rizal.

Setelah menerima draf MoU, kedua prodi akan menyepakati mata kuliah, dosen yang terlibat, serta topik artikel ilmiah dan buku ajar untuk kolaborasi. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait