Senggigi Sunset Show Tarik 1.319 Pengunjung, Dampak Ekonomi Capai Rp28 Juta
Lombok Barat (NTBSatu) – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 ikut menggerakkan kunjungan wisata di Senggigi, Lombok Barat. Data sementara menunjukkan dampak ekonomi dari acara Peresean dan Senggigi Sunset Show pada 9- 10 Oktober 2026 kemarin mencapai Rp28 juta.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Lombok Barat, Agus Gunawan, menyampaikan total pengunjung kedua acara mencapai 1.319 orang. Jumlah itu terdiri dari 1.047 wisatawan lokal dan 272 wisatawan mancanegara.
“Pada Jumat, 9 Oktober 2026, panitia mencatat 344 pengunjung. Rinciannya, 287 pengunjung lokal dan 57 wisatawan mancanegara,” jelas Agus kepada NTBSatu, Rabu, 21 Oktober 2026.
Acara tersebut melibatkan tujuh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dinas Pariwisata memperkirakan kegiatan hari pertama menghasilkan dampak ekonomi Rp7,3 juta.
Sementara itu, jumlah pengunjung meningkat pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Sebanyak 975 orang menghadiri acara tersebut.
“Itu terdiri dari 760 pengunjung lokal dan 215 wisatawan mancanegara,” jelas Agus.
Jumlah UMKM yang berjualan juga bertambah menjadi 15 pelaku usaha. Dinas Pariwisata memperkirakan dampak ekonomi hari kedua mencapai Rp20,7 juta.
Mobilitas Naik, Belanja Wisatawan Belum Terdata
Meski mencatat kunjungan selama acara, angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan dampak ekonomi MotoGP terhadap kawasan Senggigi. Data itu hanya mencakup pengunjung Peresean dan Senggigi Sunset Show pada dua hari pelaksanaan.
Sebagai pembanding, Pelabuhan Senggigi mencatat 562 penumpang berangkat pada Senin, 12 Oktober 2026. Jumlah tersebut melonjak sekitar 181 hingga 275 persen dibandingkan rata-rata harian normal, yakni 150-200 penumpang.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Lombok Barat, Erwin Rachman, menyebut lonjakan terjadi saat arus balik setelah MotoGP berakhir. Namun, Dishub belum merinci total penumpang selama periode balapan.
“Senin kemarin setelah MotoGP, 562 penumpang yang tercatat keluar lewat Pelabuhan Senggigi,” kata Erwin kepada NTBSatu sebelumnya.
Di sektor perhotelan, Ketua Senggigi Hotel Association, I Ketut M. Jaya Kusuma, sebelumnya menyebut rata-rata okupansi hotel mencapai 90 persen selama MotoGP.
“Okupansi rata-rata hotel di Senggigi sudah 90 persen,” ujarnya kepada NTBSatu beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat masih perlu mengompilasi data lintas sektor untuk membaca dampak MotoGP secara utuh. Agus sebelumnya menyatakan belum memeriksa data hotel dan berencana meminta kepala bidang destinasi mengecek sejumlah hotel berbintang.
“Besok kami minta Kabid Destinasi turun ke beberapa hotel bintang,” ujar Agus kepada NTBSatu sebelumnya.
Data lintas sektor penting karena bisa menjadi ukuran riil dari hasil pagelaran MotoGP. Khususnya dampaknya terhadap pariwisata Senggigi.(*)




