Nasional

Deretan Kasus Besar yang Ditangani Pengacara Kamaruddin Simanjuntak

Mataram (NTBSatu) – Kabar duka menyelimuti dunia hukum Tanah Air menyusul meninggalnya advokat senior, Kamaruddin Simanjuntak, pada Senin, 19 Oktober 2026. Rekan seprofesinya, Martin Lukas Simanjuntak, membenarkan kabar duka tersebut.

“Benar, beliau pulang ke rumah Bapa di surga subuh tadi pukul 03.00 WIB. Dia pergi di Rumah Sakit Pelni,” ujarnya, mengutip Kompas.com pada Senin, 19 Oktober 2026.

Semasa hidupnya, almarhum mengukir rekam jejak panjang dengan mengawal berbagai perkara besar yang menyita perhatian publik di tingkat nasional.

Keberanian pendiri Firma Hukum Victoria ini dalam mengurai benang kusut kasus-kasus hukum kontroversial mendapat pengakuan luas dari berbagai pihak. Kehebatan dan kiprah almarhum di arena peradilan nasional turut diakui oleh praktisi hukum senior Hotman Paris Hutapea.

Skandal Korupsi Wisma Atlet Hambalang

Sebelum mendampingi keluarga korban dalam kasus pembunuhan berencana, advokat kelahiran Siborongborong, 21 Mei 1974 ini sudah aktif terlibat dalam penanganan kasus korupsi tingkat tinggi.

Kamaruddin tercatat menjadi salah satu penasihat hukum yang mengawal pusaran kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Hambalang.

Kehadirannya dalam perkara yang menyeret sejumlah nama pejabat publik tersebut membuktikan kapasitas almarhum dalam menghadapi tekanan kasus bernilai fantastis. Pengalaman ini memperkuat reputasi kantor hukum miliknya di mata publik nasional.

Penanganan Kasus e-KTP

Selain skandal Hambalang, almarhum juga menorehkan jejak penanganan hukum dalam perkara megakorporasi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Kasus kerugian negara triliunan rupiah ini menjadi salah satu pembuktian konsistensi Kamaruddin dalam mengawal perkara kakap.

Kamaruddin juga tidak ragu mengambil peran dalam perkara hukum yang berdimensi sosial dan sensitif. Almarhum tercatat pernah bertindak sebagai pengacara bagi Muhammad Kece saat menghadapi proses persidangan dalam kasus dugaan penistaan agama.

Pembongkaran Kasus Ferdy Sambo

Puncak perhatian publik terhadap kiprah Kamaruddin terjadi pada tahun 2022 ketika almarhum melangkah sebagai kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Dalam kasus yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo tersebut, Kamaruddin secara konsisten membongkar kejanggalan kronologi awal.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia ini terus mendesak autopsi ulang hingga berhasil meruntuhkan narasi rekayasa skenario baku tembak. Kegigihan almarhum sukses menggiring para pelaku utama ke meja hijau hingga mendapatkan hukuman setimpal. (*)

Artikel Terkait