Kota MataramPemerintahan

Disdag Kota Mataram Endus Permainan Harga Minyakita di Tingkat Pedagang

Mataram (NTBSatu) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram menyoroti kenaikan harga minyak goreng bersubsidi merek Minyakita yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Temuan tersebut mengarah pada dugaan permainan harga oleh sejumlah pedagang pasar tradisional.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, penelusuran berlangsung menyusul laporan masyarakat mengenai mahalnya harga Minyakita serta terbatasnya stok barang tersebut pada sejumlah pasar.

Hasil pemantauan petugas menunjukkan distribusi dari distributor hingga agen masih berjalan normal. Kedua jalur penjualan itu juga masih menerapkan HET sebesar Rp15.700 per liter. Namun, harga melonjak setelah Minyakita masuk ke jalur perdagangan eceran.

“Distributor ke agen harganya masih sesuai HET. Tapi untuk pedagang eceran, mereka jual dengan harga Rp21.000 hingga Rp23.000 per liter bahkan lebih,” ungkap Nida, Rabu, 14 Oktober 2026.

Permintaan Meningkat, Harga Minyakita Ikut Melonjak

Nida menjelaskan, mahalnya minyak goreng premium mendorong masyarakat beralih ke Minyakita. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap minyak goreng bersubsidi meningkat dan diduga turut memicu kenaikan harga pada tingkat pengecer.

Menanggapi persoalan itu, Dinas Perdagangan mengingatkan pedagang agar tidak menaikkan harga secara sepihak. Pasalnya, pasokan dari distributor hingga agen masih tergolong aman dan mencukupi kebutuhan pasar.

Terkait penindakan, Dinas Perdagangan mengakui kewenangannya untuk menjatuhkan sanksi langsung kepada pedagang eceran masih terbatas.

Meski begitu, pemerintah dapat menghentikan alokasi pasokan bagi distributor atau agen resmi mitra pemerintah apabila terbukti melanggar ketentuan.

“Kalau ada yang nakal-nakal kami segera cabut izinnya,” ujar Nida.

Untuk menekan lonjakan harga, Dinas Perdagangan Kota Mataram berencana menggelar operasi pasar secara masif dengan melibatkan distributor.

Harapannya, ini membuka akses masyarakat untuk memperoleh minyak goreng dengan harga lebih terjangkau melalui penjualan langsung dari distributor.

“Iya nanti kita segerakan untuk operasi pasar murah yang menyasar komoditas pangan, khususnya beras dan minyak ini,” pungkas Nida. (*)

Artikel Terkait