Beredar Tautan Palsu BSU 2026, Kemnaker Imbau Pekerja Tidak Asal Klik
Mataram (NTBSatu) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta masyarakat mewaspadai maraknya peredaran tautan palsu yang mengatasnamakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2026.
Penipu memanfaatkan isu penyaluran bantuan sosial untuk menguras data pribadi hingga saldo rekening para pekerja. Kepala Biro Humas Kemnaker, Chairul Fadhly Harahap, membenarkan maraknya penipuan dengan modus tersebut.
“Kementerian Ketenagakerjaan tidak pernah memungut biaya apa pun atau meminta data rahasia melalui pesan singkat maupun tautan tidak resmi,” ujarnya, mengutip Instagram @kemnaker pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Masyarakat yang menerima pesan berantai atau unggahan di media sosial tidak boleh tergiur iming-iming pencairan BSU secara cepat. Penggunaan situs tidak resmi berpotensi besar memicu aksi peretasan perangkat dan pencurian data finansial.
Modus Operandi Tautan Palsu
Pola kejahatan siber ini umumnya menyebar melalui aplikasi pesan instan WhatsApp dan jejaring media sosial. Pelaku membagikan tautan (link) khusus yang mengarahkan korban ke situs web tiruan menyerupai halaman resmi pemerintah.
Di halaman tersebut, pelaku meminta korban mengisi formulir yang memuat data pribadi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama ibu kandung, hingga nomor rekening bank.
Kemnaker menyebut, beberapa modus meminta pengunduhan berkas aplikasi berbentuk Android Package Kit (APK) yang berisi virus atau perangkat lunak jahat (malware). File berbahaya tersebut dapat mengambil alih kendali telepon seluler milik korban secara diam-diam.
Akses ilegal ini memungkinkan peretas membobol saldo tabungan melalui aplikasi perbankan digital yang terpasang di ponsel.
Saluran Resmi Penyaluran BSU
Kemnaker menegaskan, seluruh informasi dan proses verifikasi penerima BSU hanya berlangsung melalui kanal resmi pemerintah. Pekerja dapat memantau status kepesertaan dan penyaluran bantuan secara mandiri tanpa bantuan pihak ketiga.
Situs resmi yang disiapkan pemerintah untuk mengecek status BSU dapat diakses melalui domain bsu.kemnaker.go.id atau portal utama kemnaker.go.id. Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi resmi SIAPkerja yang tersedia di layanan penyedia aplikasi terpercaya.
“Kami mengimbau pekerja untuk selalu melakukan verifikasi ulang informasi BSU hanya melalui portal resmi Kemnaker atau kanal media sosial resmi yang terverifikasi,” katanya.
Pemerintah juga mengimbau warga yang menemukan indikasi penipuan atau menjadi korban kejahatan siber segera melapor ke aparat penegak hukum dan layanan pengaduan resmi Kemnaker.
Laporan cepat dapat membantu menutup akses situs palsu serta mencegah timbulnya korban baru di kalangan masyarakat. (*)




