PolitikSumbawa Barat

DPRD KSB Dorong Pemda Perkuat Data dan Pembinaan Pemuda Terpadu

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memusatkan perhatian pada masalah kepemudaan. Pihak legislatif mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk segera memvalidasi data pengangguran secara rinci.

Wakil Ketua II DPRD KSB, Merliza, S.Sos.I., M.M., menekankan pentingnya pemetaan data pemuda secara akurat. Selain itu, ia meminta pemda menyusun konsep terpadu antar-dinas guna mengarahkan potensi pemuda daerah.

Merliza membagi kelompok pemuda berusia di atas 18 tahun menjadi dua kategori, yakni produktif dan tidak produktif. Pemuda produktif di sektor pertambangan, ekonomi kreatif, hingga komunitas sosial terus menunjukkan pertumbuhan positif.

“Teman-teman usia produktif yang aktif berorganisasi dan berkegiatan sosial masih bertumbuh cukup baik. Cuma memang kegiatan positif ini sering kali kurang terekspos ke publik,” ujar Merliza, Selasa, 13 Oktober 2026 

Tingkatkan Peran BLK dan Kolaborasi Lintas Dinas

Sebaliknya, perhatian besar tertuju pada kelompok pemuda tidak produktif. Kelompok ini kerap memicu masalah sosial, mulai dari kenakalan remaja hingga maraknya judi online.

Namun, Pemda KSB masih kekurangan rincian data pemuda tidak produktif. Walaupun data makro mencatat kenaikan pengangguran dari 3 persen menjadi 4 persen, angka tersebut belum menyajikan rincian by name by address.

“Kita hanya mendapat angka kumulatif kenaikan pengangguran dari 3 persen menjadi 4 persen. Tapi kita tidak tahu 4 persen ini ada di mana dan apa penyebabnya,” tegasnya.

Oleh karena itu, DPRD KSB mendorong pemda membangun konsep pembinaan terpadu lintas dinas. Urusan kepemudaan membutuhkan kolaborasi antara Kesbangpol, Dinas Sosial, serta Disparpora.

Di samping sinergi antar-dinas, Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi tumpuan utama peningkatan keahlian (skill up) pemuda. Kendati demikian, efektivitas pelatihan di BLK tetap bergantung pada niat serta motivasi pemuda itu sendiri.

“Pilihan ada di tangan pemudanya, apakah mau memanfaatkan program skill up ini atau tidak. Namun, pemuda yang masih meresahkan tetap perlu kita rangkul secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait