DLH Lombok Tengah Apresiasi WNA Bersihkan Saluran Air di Kuta Mandalika
Mataram (NTBSatu) – Menjelang datangnya musim hujan yang membawa potensi banjir, komunitas peduli lingkungan berinisiatif menggelar aksi pembersihan saluran air dan sungai di kawasan pariwisata Kuta Mandalika, Lombok Tengah.
Kegiatan yang Eco Desa dan Next Level Move inisiasi ini akan berlangsung selama dua hari pada 17 hingga 18 Oktober 2026. Hal ini sesuai informasi dari manajemen Eco Desa.
“Di balik kawasan komersial Kuta yang sibuk, terdapat saluran air vital yang membutuhkan tindakan segera sebelum hujan lebat turun,” tulisnya, mengutip akun Instagram @ecodesalombok pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Aksi pembersihan ini menyasar salah satu titik terparah di jalur pariwisata Kuta. Tepatnya di sekitar area Hotel JM dan Mad Monkey. Dari dokumentasi mereka, aliran air di kawasan tersebut tampak penuh tumpukan sampah plastik, botol bekas, serta limbah rumah tangga yang menyumbat saluran.
Tim relawan berencana membersihkan puing-puing dan sampah padat. Hal ini bertujuan untuk mencegah luapan air yang dapat memicu banjir sekaligus menghentikan aliran sampah agar tidak mencemari ekosistem laut.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Menanggapi inisiatif tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi, menyatakan dukungannya terhadap rencana aksi bersih-bersih yang dimotori oleh wisatawan asing dan komunitas lokal.
Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.
“Tanggapan kami atas aksi turis yang berencana melakukan aksi bersih saluran tentu sangat kami dukung. Dengan aksi ini kami berharap akan timbul kesadaran masyarakat untuk dapat berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya kepada NTBSatu pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Sarkin menegaskan, penanganan sampah di kawasan wisata menuntut keterlibatan aktif para pelaku usaha pariwisata untuk menerapkan prinsip Sapta Pesona.
Ia juga menyoroti peningkatan volume sampah di kawasan pesisir saat musim hujan. Sarkin mengatakan, sebagian besar merupakan kiriman dari hulu akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Sinergi Lintas Sektor
Pemerintah daerah menilai penanganan sampah memerlukan kolaborasi erat dari tingkat desa hingga kabupaten. Pemerintah desa diharapkan mengambil peran proaktif dalam mengedukasi warga agar menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai.
“Permasalahan sampah merupakan permasalahan kita semua. Sampah berada di mana-mana dan tanggung jawab untuk mengatasinya adalah kita semua,” tegasnya.
Melalui aksi gotong royong ini, panitia membuka kesempatan bagi masyarakat luas maupun wisatawan yang ingin berpartisipasi. Mereka bisa membantu melalui donasi operasional maupun terjun langsung ke lapangan bersama tim relawan di Kuta. (*)




