Kekeringan Meluas, Pemkab Bima Salurkan 45 Ribu Liter Air Bersih
Bima (NTBsatu) – Dampak musim kemarau dan cuaca panas yang berkaitan dengan fenomena El Nino dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Bima, NTB.
Dampak kekeringan itu, membuat warga kekurangan air bersih. Menanggapi dampak itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima bersama sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda mengungkapkan, terbaru pihaknya mendistribusikan air bersih di tiga desa. Tersebar di Kecamatan Palibelo, Belo, dan Woha.
Ketiga desa tersebut yakni Desa Nata di Kecamatan Palibelo, Desa Runggu di Kecamatan Belo, serta Desa Kalampa di Kecamatan Woha.
“Di Desa Nata, kami menyalurkan enam rit atau sekitar 30.000 liter air bersih. Bantuan tersebut kami peruntukkan bagi 472 kepala keluarga atau sebanyak 1.436 jiwa yang mengalami kesulitan air bersih,” kata Nurul Huda, Selasa, 13 Oktober 2026.
Nurul Huda berharap, bantuan itu dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menghadapi kondisi kekeringan.
Sementara itu, di Desa Runggu, Kecamatan Belo, Polres Bima Kabupaten menyalurkan satu rit air bersih dengan kapasitas 5.000 liter. Penyaluran bantuan itu sekitar pukul 12.45 Wita. Menyasar sebanyak 54 kepala keluarga atau 164 jiwa.
Adapun di Desa Kalampa, Kecamatan Woha, BPBD Kabupaten Bima bersama Bank NTB Cabang Tente menyalurkan dua rit atau 10.000 liter air bersih sekitar pukul 13.00 Wita.
Bantuan ini menjangkau 163 kepala keluarga atau 489 jiwa yang tersebar di dua dusun. Rinciannya, Dusun Rangga sebanyak 102 kepala keluarga atau 306 jiwa. Sedangkan Dusun Ndora sebanyak 61 kepala keluarga atau 183 jiwa.
“Secara keseluruhan, distribusi bantuan tersebut mencapai sembilan rit atau sekitar 45.000 liter air bersih. Bantuan itu ditujukan kepada 689 kepala keluarga atau 2.089 jiwa di tiga desa,” terangnya.
BPBD Kabupaten Bima Lakukan Koordinasi
Nurul Huda menjelaskan, BPBD Kabupaten Bima menyatakan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, unsur TNI-Polri, serta organisasi perangkat daerah terkait untuk memantau kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Langkah tersebut melalui pengamatan lapangan, pendataan warga terdampak, kaji cepat, serta penanganan darurat sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Kami melakukan koordinasi lintas instansi juga, kita perlukan untuk memastikan penanganan kekeringan berjalan sesuai kewenangan masing-masing pihak,” ungkap Nurul Huda.
Nurul menyebut, kebutuhan mendesak saat ini juga adalah penyediaan tandon air. Keberadaan tandon dinilai penting untuk membantu masyarakat menampung dan menyimpan air sehingga distribusi bantuan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak, efektif, dan efisien selama musim kemarau,” harapnya. (*)




