Hukrim

Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Kematian Mahasiswi Unram di Kos Gomong

Mataram (NTBSatu) – Sat Reskrim Polresta Mataram kembali menyisir Tempat Kejadian Perkara (TKP) kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram) berinisial NDR di Lingkungan Gomong Sakura, Kota Mataram, Sabtu, 23 Mei 2026. Langkah ini guna mengumpulkan petunjuk baru, demi mengungkap penyebab pasti kematian korban yang ditemukan pekan lalu.

Upaya pengumpulan seluruh petunjuk di lokasi kejadian terus tim penyidik maksimalkan, guna memastikan ada tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa yang menggegerkan warga setempat ini.

Sejauh ini, jajaran Satreskrim Polresta Mataram telah memintai keterangan belasan orang. Polisi bergerak maraton memeriksa saksi-saksi dari berbagai pihak, yang diduga mengetahui atau berada di sekitar lokasi sebelum korban ditemukan tidak bernyawa.

IKLAN

“Kami masih melakukan pemeriksaan dan kami sudah memeriksa sekitar 12 orang saksi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, Sabtu, 23 Mei 2026.

Selain memeriksa saksi, polisi juga memperluas pencarian bukti di lapangan. Upaya pengumpulan informasi dari masyarakat sekitar pemukiman kos maupun rekan-rekan korban.

Polisi juga meningkatkan evaluasi mendalam di TKP demi mendapatkan bukti-bukti yang cukup dan akurat. Bahkan, untuk memperkuat proses investigasi, Polresta Mataram turut melibatkan unit satwa khusus K-9.

IKLAN

Langkah ini guna menyisir area kos secara lebih detail dan mendalam. “Hari ini K-9 Polda NTB juga ikut turun untuk melakukan pengecekan di seputaran TKP,” tambahnya.

Pihak kepolisian menegaskan, mereka tidak ingin berspekulasi terlalu dini mengenai motif maupun penyebab kematian mahasiswi Unram tersebut. Sat Reskrim Polresta Mataram masih mendalami semua kemungkinan secara profesional berbasis ilmiah (scientific crime investigation). Petugas di lapangan tetap bekerja ekstra guna memastikan titik terang dari kasus ini segera terungkap.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang cukup dari masyarakat. Serta, rekan-rekan kita yang ada di lapangan dan terus melakukan pendalaman terkait adanya dugaan tindak pidana,” tutupnya. (Yenni)

Artikel Terkait

Back to top button