RSUD NTB “Krisis” Dokter Spesialis
Mataram (NTBSatu) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB masih mengeluhkan kekurangan tenaga dokter spesialis untuk menunjang fasilitas layanan kesehatan rujukan.
Pihak rumah sakit mencatat kebutuhan paling mendesak berada pada tiga bidang spesialisasi, yakni gizi klinik, forensik, dan kedokteran nuklir.
Direktur RSUD NTB, drg. H. Asrul Sani mengatakan, ketersediaan ketiga spesialis tersebut masih sangat terbatas di seluruh wilayah NTB. Beberapa kualifikasi spesialis belum dimiliki sama sekali oleh RSUD NTB.
“Secara khusus yang paling kami butuhkan saat ini adalah spesialis gizi klinik, forensik, dan kedokteran nuklir. Di NTB sendiri jumlahnya sangat minim. Masing-masing spesialis tersebut baru ada satu di seluruh provinsi dan itu pun bukan bertugas di RSUD NTB,” ujarnya, Selasa 6 Oktober 2026.
Sekolahkan Dokter yang Ada
Guna mengatasi keterbatasan SDM medis tersebut, manajemen RSUD NTB mengambil langkah proaktif dengan menyekolahkan para dokter yang ada.
Menurutnya, ini menjadi solusi jangka panjang agar rumah sakit dapat memenuhi standar pelayanan medis modern secara mandiri.
“Tiga bidang ini sangat krusial, sehingga kami memutuskan untuk membiayai staf dokter yang ada untuk menempuh pendidikan spesialis. Kehadiran spesialis kedokteran nuklir, misalnya, menjadi syarat standar yang wajib ada untuk menangani terapi kanker bagi pasien,” tambahnya.
Di luar kendala keterbatasan dokter spesialis, RSUD NTB tetap berupaya menjaga kualitas layanan medis utama.
RSUD NTB terus mendorong para tenaga medis untuk meningkatkan disiplin serta kepatuhan terhadap standar pelayanan.
Ia menekankan, pihak manajemen meminta seluruh jajaran medis untuk memperkuat komunikasi yang humanis kepada pasien dan keluarga pasien sebagai bagian dari budaya kerja harian rumah sakit. (*)




