Tekan Pengangguran, Bupati Amar Lepas 32 Pemuda Ikuti Pelatihan Alat Berat
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat melepas 32 penerima beasiswa alat berat di Graha Praja, Jumat, 2 Oktober 2026. Langkah ini mengatasi ketimpangan kualifikasi tenaga kerja lokal dengan industri pertambangan.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., menegaskan program APBD ini berdasar evaluasi pasar kerja. Pemerintah daerah hadir memangkas ketergantungan industri pada pekerja luar.
“Pengalaman menunjukkan masalah utama ketenagakerjaan adalah mismatch kualifikasi, sehingga beasiswa APBD hadir memberi lisensi agar anak KSB mampu mengisi jabatan strategis,” ujar Bupati Amar, Jumat, 2 Oktober 2026.
Peserta merupakan hasil seleksi ketat 600 pendaftar, meliputi 31 laki-laki dan 1 perempuan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Slamet Riadi, melaporkan peserta telah menuntaskan Bintalsik selama 10 hari.
“Kalian lulus karena potensi sendiri. Manfaatkan kesempatan emas ini untuk membuktikan pemuda Sumbawa Barat sanggup bersaing secara internasional,” lanjut Bupati.
Sasar Sertifikasi Industri dan OJT
Pemkab Sumbawa Barat menggandeng UT School membagi 32 peserta di Jakarta dan Semarang. Pelatihan setahun ini mencakup pembentukan karakter “Insani” serta fase On Job Training.
Wakil Direktur UT School Jakarta, Syaifuddin Zuhri, S.Pd.T., M.T., mengapresiasi investasi SDM lokal ini. Pihaknya menyediakan pelatihan vokasi komprehensif serta sertifikasi industri secara gratis.
“Komitmen Pemkab KSB sangat luar biasa dalam berinvestasi langsung pada pengembangan kualitas SDM lokal,” ujar Syaifuddin.
Langkah ini makin kuat dengan tuntasnya revitalisasi BLK Telaga Bertong pada 20 November 2026. Fasilitas berasrama ini memungkinkan pelatihan alat berat secara mandiri mulai tahun depan.
Upaya terpadu ini sanggup menekan angka pengangguran terbuka secara signifikan di Sumbawa Barat. Daerah memastikan angkatan kerja lokal siap mengisi posisi teknis bernilai tambah tinggi.
Bupati Amar meminta dukungan penuh orang tua selama anak-anak menempuh pendidikan. Keberhasilan program bertumpu pada kedisiplinan peserta menyerap ilmu dan budaya kerja.
“Jaga nama baik daerah dan manfaatkan seluruh fasilitas pelatihan ini sebaik-baiknya,” pungkas Bupati Amar. (*)




