Nasional

Prabowo: Biaya Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bakal menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas biaya pendidikan negeri. Ia mengatakan pemerintah harus menggratiskan biaya pendidikan di sekolah negeri hingga universitas negeri.

Prabowo menyampaikan hal itu dalam sambutannya di HUT ke-28 PAN, di JCC, Jakarta, Jumat, 18 September 2026 malam.

Prabowo mulanya menjelaskan pemerintah terus bekerja selama dua tahun terakhir untuk menyelesaikan berbagai persoalan rakyat.

IKLAN

“Keberhasilan kita banyak karena kita kerja terus kita kerja terus dua tahun ini. Hampir kita, memang akhirnya kita dituduh kurang berkomunikasi. Kurang berkomunikasi, karena kita kerja terus kita ngejar rakyat tidak bisa menunggu lagi,” kata Prabowo mengutip live YouTube PAN TV.

Lebih lanjut, dia mencontohkan sejumlah persoalan yang harus segera pemerintah tangani. Dari pembangunan jembatan di desa hingga perbaikan sekolah.

“Anak-anak tidak bisa menunggu, jembatan di desa-desa harus kita bangun. Sekolah-sekolah harus segera kita perbaiki, atap runtuh. Sekolah-sekolah nggak ada WC yang bagus, harus kita perbaiki,” ujarnya.

IKLAN

“Gaji-gaji guru, hakim harus kita iperbaiki. Karena kita mau menghabiskan korupsi, kita tidak mau hakim-hakim kita mendapat sogokan. Kita tidak mau orang-orang membeli hakim. Perawat-perawat kita harus diurus, dokter-dokter kita harus diurus,” sambungnya.

Prabowo kemudian menyampaikan rencana menggelar rapat terbatas untuk membahas pendidikan gratis di sekolah dan universitas negeri. Dia menegaskan biaya pendidikan harus gratis.

“Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” ungkapnya.

Prabowo kemudian menyinggung sumber anggaran untuk mewujudkan pendidikan gratis tersebut. Dia mengatakan pemerintah harus mengembalikan dana hasil korupsi untuk kepentingan rakyat.

“Nanti, nanti, nanti akan nanti akan ada yang bertanya. ‘Dari mana uangnya?’ Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri,” tuturnya. (*)

Artikel Terkait