Unram Perkuat Pendidikan Karakter lewat Inovasi Materi Pancasila di Lombok Utara
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) memperkuat pendidikan karakter melalui inovasi materi pembelajaran Pancasila bagi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMP Negeri 2 Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.
Program tersebut berlangsung melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pengembangan Materi Dinamika Perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa (Pendampingan pada Guru PPKn di SMPN 2 Pemenang Lombok Utara).”
Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan guru untuk menyajikan materi PPKn secara lebih kontekstual. Materi mengenai dinamika perwujudan Pancasila sejak masa awal kemerdekaan hingga era reformasi memiliki cakupan luas sehingga membutuhkan strategi penyampaian yang sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Sebelum pendampingan, pembelajaran masih banyak mengandalkan materi dari buku teks nasional. Guru belum banyak mengembangkan materi berdasarkan kondisi serta kebutuhan peserta didik.
Situasi tersebut membuat sebagian materi Pancasila terasa jauh dari pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Materi Pancasila Lebih Kontekstual
Melalui program pengabdian, tim Unram mendampingi guru dalam mengembangkan materi PPKn yang lebih menarik dan bermakna. Pendampingan tidak sekadar memberikan bahan ajar, tetapi juga membangun kemampuan guru untuk merancang materi sesuai kebutuhan pembelajaran.
Tahapan kegiatan mencakup analisis kebutuhan peserta didik, penentuan tujuan pembelajaran, identifikasi serta pengumpulan materi yang relevan, kemudian penyusunan bahan ajar secara sistematis.
Guru memperoleh ruang untuk berdiskusi dan mengembangkan materi bersama tim akademisi Unram. Pendekatan tersebut membantu guru memahami cara menghubungkan substansi Pancasila dengan konteks pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
Kegiatan juga mencakup penyampaian materi, diskusi, pendampingan penyusunan bahan ajar, hingga evaluasi terhadap produk pembelajaran yang dikembangkan.
Guru Kembangkan Bahan Ajar
Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai substansi, orientasi, potensi, serta strategi pengembangan materi dinamika perwujudan Pancasila.
Guru juga berhasil menyusun materi ajar yang mencakup tiga pokok bahasan. Pertama, kedudukan Pancasila sebagai dasar negara. Kedua, kedudukan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Ketiga, dinamika perwujudan Pancasila dari masa ke masa.
Pengembangan tersebut mendorong materi PPKn keluar dari pola pembelajaran yang hanya menekankan hafalan. Guru dapat mengarahkan peserta didik untuk memahami bagaimana nilai Pancasila hadir dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Materi pembelajaran juga mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mengenal sejarah serta kedudukan Pancasila, tetapi juga memiliki ruang untuk memahami nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Dorong Pendidikan Berkelanjutan
Program Unram di SMPN 2 Pemenang sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Akademisi memberikan penguatan dari sisi keilmuan, sementara guru membawa pengalaman serta kebutuhan nyata dalam proses pembelajaran.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Penguatan kompetensi guru dan pengembangan materi kontekstual dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Program ini juga berkaitan dengan SDG 10 melalui pengembangan pembelajaran yang mempertimbangkan keragaman kemampuan peserta didik. Sementara itu, penguatan nilai Pancasila dan kesadaran kewargaan mendukung SDG 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat.
Kemitraan antara Unram dan SMPN 2 Pemenang turut mencerminkan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dalam perspektif Times Higher Education Impact Rankings, kegiatan tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan dampak sosial melalui penguatan pendidikan di masyarakat.
Unram tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menerapkan kepakaran akademik untuk menjawab kebutuhan sekolah. Pendampingan guru menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem pendidikan daerah.
Pengembangan materi Pancasila juga membuka peluang untuk menghasilkan modul ajar, media pembelajaran, dan perangkat pembelajaran yang lebih inovatif. Materi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.
Melalui inovasi dan kolaborasi tersebut, Unram mendorong pembelajaran PPKn agar semakin relevan dengan kehidupan peserta didik.
Nilai Pancasila tidak hanya hadir sebagai materi dalam buku teks, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kesadaran kebangsaan generasi muda.
Sumber: Laporan Pengabdian Internal Universitas Mataram 2025, “Pengembangan Materi Dinamika Perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa (Pendampingan pada Guru PPKn di SMPN 2 Pemenang Lombok Utara).” (*)




