PemerintahanSumbawa

Kemenag Sumbawa Dorong Raudhatul Athfal Jadi Fondasi Generasi Masa Depan

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa DGH. Faisal, S.Ag., M.M.Inov., mendorong Raudhatul Athfal (RA) memperkuat perannya dalam membangun fondasi generasi Sumbawa sejak usia dini. Menurut Faisal, RA tidak hanya mengenalkan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung.

Lembaga pendidikan tersebut juga menjadi ruang pertama bagi anak untuk mengenal Allah SWT, Rasulullah SAW, adab, lingkungan, serta membangun kemampuan bersosialisasi dan karakter.

“RA bukan sekadar tempat anak belajar membaca, menulis, dan berhitung. RA adalah tempat pertama anak mengenal Allah, mengenal Rasulullah SAW, belajar adab, mengenal lingkungan, belajar bersosialisasi, dan membangun karakter. Karena itu, kita harus melihat RA sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan generasi Sumbawa,” ujarnya, Rabu, 16 September 2026.

IKLAN

Faisal mengatakan RA ke depan perlu terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang religius, ramah anak, berkualitas, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Namun, perkembangan tersebut tetap harus berjalan dengan mempertahankan jati diri serta nilai-nilai keislaman.

Selain itu, Faisal mendorong para ustaz dan ustazah RA tidak hanya menjalankan peran sebagai pengajar. Mereka juga perlu menjadi teladan bagi anak sekaligus menghadirkan pengalaman pertama yang positif ketika anak mengenal pendidikan dan agama.

“Anak-anak kita mungkin lupa apa yang diajarkan gurunya beberapa tahun kemudian, tetapi mereka akan mengingat bagaimana gurunya memperlakukan mereka. Karena itu, guru RA harus mengajar dengan ilmu, mendidik dengan keteladanan, dan menyentuh anak dengan kasih sayang,” katanya.

IKLAN

Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Selain kompetensi, pengelola RA juga perlu memperkuat manajemen, memanfaatkan teknologi secara bijak, mengembangkan kreativitas anak, serta membangun sinergi dengan orang tua, masyarakat, dan pemerintah.

Siapkan Generasi Sumbawa Sejak RA

Lebih lanjut, Faisal berharap RA mampu membentuk anak yang mengenal agama sejak dini, memiliki adab, percaya diri, kreatif, mandiri, mencintai tanah air, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

“Harapan kita sederhana tetapi sangat besar: dari RA lahir generasi Sumbawa yang sejak kecil mengenal agama, memiliki adab, percaya diri, kreatif, mandiri, cinta tanah air, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kalau fondasinya kuat sejak RA, insyaallah kita sedang menyiapkan generasi Sumbawa yang kuat pula di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Faisal mengajak seluruh pengelola, kepala RA, serta para ustaz dan ustazah menjadikan ruang kelas sebagai tempat anak tumbuh dengan nilai keimanan, akhlak, kecerdasan, dan kebahagiaan.

Ia juga mengingatkan tenaga pendidik agar tidak memandang kecil tugas mendidik anak usia dini. Menurutnya, anak-anak yang saat ini belajar memegang pensil dapat tumbuh menjadi sosok yang memimpin Sumbawa pada masa mendatang.

“Jangan pernah menganggap kecil tugas mendidik anak-anak RA. Boleh jadi anak yang hari ini kita tuntun memegang pensil, beberapa puluh tahun ke depan akan menjadi pemimpin Sumbawa. Maka, mendidik mereka hari ini sesungguhnya adalah menyiapkan wajah Sumbawa di masa yang akan datang,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait