NTB

Kemarau NTB Belum Berakhir, BMKG Prediksi Oktober Masih Kering

Mataram (NTBSatu) – Musim kemarau di Nusa Tenggara Barat (NTB) perkiraannya masih berlangsung hingga Oktober 2026. Hujan rintik yang muncul di sejumlah wilayah belum menandai masuknya musim hujan.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Nur Siti Zulaichah mengatakan, Oktober masih masuk periode kemarau. Prediksi tersebut mengacu pada Buletin Iklim yang Stasiun Klimatologi Lombok Barat terbitkan.

“Di bulan Oktober ini secara umum wilayah NTB khususnya masih masuk musim kemarau,” kata Nur Siti ke NTBSatu, Minggu, 13 September 2026.

IKLAN

Nur menjelaskan, puncak musim kemarau 2026 berlangsung berbeda di sejumlah wilayah NTB. Sebagian besar wilayah mencapai puncak kemarau pada Agustus.

Dua Zona Musim (ZOM) mencapai puncak kemarau pada Juli. Sementara itu, satu ZOM lainnya mengalami puncak kemarau pada September.

“Prediksi puncak musim kemarau khususnya tahun 2026 di wilayah NTB didominasi puncak kemarau pada bulan Agustus,” ujarnya.

IKLAN

Namun, berakhirnya puncak kemarau tidak otomatis mengakhiri musim kering. Menurut Nur, kondisi kering biasanya menurun secara bertahap setelah melewati puncaknya.

“Kalau misalnya habis dari puncak kan dia enggak langsung tiba-tiba langsung beralih,” katanya.

Memasuki November dan Desember, peluang hujan perkiraannya mulai meningkat. Namun, intensitas hujan masih berpotensi berada di bawah normal. Nur Siti menyebut kondisi tersebut dapat berlangsung selama masa peralihan musim.

“November, Desembernya juga sudah mulai ada hujan, cuma dia masih kategorinya itu masih bawah normal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, intensitas hujan diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah. Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap perlu mewaspadai dampak kekeringan. Sebab, hujan yang mulai turun belum tentu langsung memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Hujan Rintik Belum Tandai Musim Hujan

Beberapa wilayah NTB sempat menerima hujan rintik dalam beberapa hari terakhir. Namun, Nur Siti menilai hujan tersebut masih bersifat lokal. Ia mengatakan, kondisi atmosfer saat ini belum menunjukkan tanda kuat memasuki musim hujan.

“Jadi bukan yang hujan memang sudah mau masuk musim hujan begitu,” katanya.

Menurutnya, kelembapan relatif udara masih cenderung kering. Selain itu, gelombang atmosfer aktif belum terdeteksi di wilayah NTB.

Nur Siti juga menjelaskan pola angin masih memengaruhi kondisi cuaca NTB. Saat ini, angin timuran masih cukup kuat di wilayah tersebut. Kondisi itu berbeda dengan pola angin saat musim hujan.

“Karena soalnya ini juga sekarang ini angin monsoon-nya juga masih cukup kuat, masih angin timuran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, musim hujan biasanya ditandai dominasi angin barat. “Biasanya kalau musim hujan itu kan dia cenderung angin barat gitu ya,” katanya. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait