Penjualan Paket Wisata MotoGP Mandalika 2026 Masih Jauh dari Target
Mataram (NTBSatu) – Penjualan paket wisata bundling MotoGP Mandalika 2026 masih jauh dari target. Dari target sebanyak 18.000 paket, Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) baru mencatat penjualan sekitar 3.000 hingga 4.000 paket.
Kepala Astindo NTB, Sahlan M. Saleh, mengatakan penjualan paket tersebut saat ini masih didominasi wisatawan domestik.
“Target kita 18 ribu, masih jauh. Dominasi masih domestik sekitar 70 persen, asing baru 30 persen, seperti dari Malaysia, Australia, dan Singapura,” ujar Sahlan, Kamis, 10 September 2026.
Sahlan menilai, minimnya wisatawan mancanegara dalam penjualan paket bundling MotoGP Mandalika tidak terlepas dari pola promosi yang terlambat.
Menurutnya, wisatawan dari negara-negara Asia umumnya membutuhkan waktu perencanaan perjalanan setidaknya dua bulan sebelum keberangkatan. Sementara itu, pasar wisatawan global idealnya mulai disasar delapan hingga 10 bulan sebelum ajang berlangsung.
“Bila kita ingin jual sekarang, bisa, tapi tidak maksimal. Ke depan harapan kita, kita sama-sama bergerak delapan sampai 10 bulan atau satu tahun sebelumnya,” jelasnya.
Andalkan Jaringan Internasional
Meski waktu pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 semakin dekat, ia tetap optimistis dapat meningkatkan penjualan paket wisata tersebut.
Salah satu strateginya adalah mengerahkan jaringan Astindo di seluruh Indonesia serta menggandeng sejumlah forum pariwisata internasional, seperti Asianta dan PATA.
Sahlan mengatakan harga paket bundling MotoGP Mandalika berkisar Rp5 juta hingga Rp27 juta untuk perjalanan selama empat hari tiga malam. Harga tersebut bergantung pada kelas akomodasi, tiket pesawat, dan zona tribun penonton.
Selain menyaksikan balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, paket tersebut juga menawarkan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata unggulan di luar Pulau Lombok, salah satunya wisata hiu paus (whale shark) di Sumbawa. (Japriani)




