Eks Konsultan Kemendikbudristek Sebar Berkas Terenkripsi, Warganet Duga Berisi Bukti Kasus
Mataram (NTBSatu) – Mantan konsultan teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ibrahim Arief, membagikan sebuah berkas arsip terenkripsi ke publik melalui akun media sosial miliknya pada Selasa, 8 September 2026.
Langkah tersebut dilakukan Ibam di tengah proses hukum perkara korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) yang menjeratnya dengan vonis 5 tahun penjara.
“Arsip terenkripsi, mohon bantu jaga keamanannya. Kunci dekripsi akan dipublikasikan,” tulis lbam, mengutip akun X @ibamarief pada Kamis, 10 September 2026.
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian pengguna media sosial. Berkas yang terkirim menggunakan tautan magnet (magnet link) dan kode hash SHA256 itu berukuran sekitar 14,2 megabita (MB). Ia memberi nama berkas d6993ad34309.tar.zst.age.
Hingga saat ini, isi dokumen di dalam berkas terenkripsi itu belum publik ketahui secara pasti.
Mekanisme Deadman Switch
Sejumlah warganet dan praktisi teknologi mengaitkan penyebaran berkas ini dengan mekanisme deadman switch. Lewat metode Peer-to-Peer (P2P) atau torrent, masyarakat umum dapat membantu mengunduh sekaligus mengamankan data tersebut (seeding) agar tidak hilang dari jaringan internet, meski akses utama pengunggah terputus.
Melalui tanggapan di media sosial, para warganet mengonfirmasi keberhasilan proses pengunduhan berkas tersebut. Seorang warganet membagikan tangkapan layar status pengunduhan dan verifikasi integritas data yang telah berhasil ia lakukan.
“Download selesai + hash cocok,” tulis akun @agent91100.
Warganet lain juga melaporkan hal serupa setelah menguji keabsahan berkas yang Ibam unggah. “Done mas,” tulis akun @rifanmfauzi.
Sementara itu, warganet lainnya turut memastikan bahwa proses pengamanan berkas berjalan lancar tanpa kendala. “aman aman,” tulisnya @evannie_.
Dugaan Bukti Kunci
Aksi penyebaran berkas rahasia ini memicu beragam spekulasi dari masyarakat. Publik menduga dokumen terenkripsi tersebut berisi informasi penting, data mentah, atau bukti-bukti kunci terkait kasus hukum yang sedang Ibam hadapi maupun keterlibatan pihak lain dalam proyek pengadaan di kementerian.
Meski demikian, berkas tersebut tidak dapat terbuka atau terbaca oleh siapa pun sebelum kunci mempublikasikan dekripsi secara resmi oleh Ibrahim Arief. Publik kini menunggu langkah selanjutnya terkait waktu dan mekanisme rilis kunci pembuka data tersebut. (*)




