PendidikanSumbawa

Pelajar SMP di Sumbawa Positif Narkotika, Ternyata dari Vape

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa menemukan zat narkotika dalam rokok elektrik atau vape dari seorang pelajar SMP. Temuan itu muncul setelah pemeriksaan urine terhadap pelajar di lingkungan pendidikan beberapa bulan lalu.

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Sumbawa, Nursyafruddin mengatakan, hasil pemeriksaan urine menunjukkan pelajar tersebut positif narkotika.

Pelajar itu, lanjut dia, sempat membantah menggunakan narkotika. Namun, BNN Kabupaten Sumbawa terus menggali informasi hingga pelajar tersebut mengaku menggunakan rokok elektrik.

IKLAN

“Awalnya anak ini bersikeras tidak menggunakan atau mengonsumsi narkotika. Namun, hasil tes urinenya menunjukkan positif narkotika. Kami kemudian terus menggali informasi sampai akhirnya anak tersebut mengaku menggunakan rokok elektrik,” kata Nursyafruddin, Kamis, 10 September 2026.

Setelah mendapat pengakuan tersebut, BNN Kabupaten Sumbawa memeriksa rokok elektrik yang pelajar itu gunakan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya zat narkotika dalam produk tersebut.

Temuan itu mendorong BNN Kabupaten Sumbawa memperkuat edukasi kepada pelajar. Juga menyebarkan materi edukasi dari BNN RI melalui lingkungan sekolah dan berbagai kanal informasi.

IKLAN

Nursyafruddin mengatakan, pihaknya juga berencana melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok elektrik yang berpotensi mengandung zat terlarang. Namun, saat ini masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Rehabilitasi Pelajar

Setelah menemukan penggunaan narkotika pada pelajar tersebut, BNN Kabupaten Sumbawa mendampingi pelajar itu melalui program rehabilitasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membantu pengguna menjalani pemulihan sekaligus mencegah penggunaan narkotika berlanjut.

Data layanan rehabilitasi BNN Kabupaten Sumbawa mencatat 296 pasien. Dari jumlah tersebut, 96 orang merupakan pelajar. Sementara itu, kelompok usia 15 hingga 25 tahun mencapai 193 orang.

Data itu menunjukkan tingginya jumlah pelajar dan kelompok usia muda dalam layanan rehabilitasi. Karena itu, pihaknya terus memperkuat pencegahan melalui edukasi. Sekaligus membuka pendampingan rehabilitasi bagi pengguna yang membutuhkan.

Nursyafruddin menegaskan, penggunaan rokok elektrik perlu mendapat perhatian serius karena produk tersebut dapat membawa zat narkotika ke lingkungan masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

Sebagai informasi, BNN RI mengungkap temuan narkotika dalam peredaran rokok elektrik atau vape sepanjang 2026. Berdasarkan rilis Humas BNN RI, petugas menyita 8.276,15 mililiter etomidate, 3.485 kartrid vape, dan 1,3 ton ketamine dalam pengungkapan kasus narkotika secara nasional.

BNN juga menyoroti kandungan zat dalam rokok elektrik. Hasil penelitian BNN menunjukkan lebih dari 50 persen penggunaan zat dalam rokok elektrik mengandung narkotika.

Nursyafruddin mengatakan, BNN menemukan persoalan serupa di Kabupaten Sumbawa.

“Kalau hasil penelitian BNN terhadap rokok elektrik ini, zat yang ada di dalam kandungannya itu kurang lebih 60 persen, di atas 50 persen penggunaan zat yang ada di dalam itu mengandung narkotika,” ujar.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena masyarakat cukup banyak menggunakan rokok elektrik. Selain itu, sejumlah toko juga menjual produk tersebut. (*)

Artikel Terkait