Lombok TengahPariwisata

Profil Sasak Ende, Alternatif Wisata Adat Setelah Sade Terbakar

Mataram (NTBSatu) – Desa Wisata Sasak Ende di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, merupakan permata budaya tersembunyi yang mempertahankan keaslian adat dan tradisi suku Sasak.

Keberadaan permukiman ini mengemuka sebagai alternatif utama destinasi wisata budaya setelah musibah kebakaran hebat melanda Rumah Adat Sade pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Muhammad Hatta, merekomendasikan desa wisata ini sebagai salah satu tempat yang kental dengan budaya lokal asli.

IKLAN

“Rasakan kedamaian desa dari budi luhur warganya,” ujarnya, mengutip Go Mandalika pada Selasa, 1 September 2026.

Kehidupan Masyarakat dan Pelestarian Budaya

Berdasarkan pantauan NTBSatu, tempat ini memiliki lanskap pedesaan yang asri dan tenang di balik bukit Lombok. Lokasi ini sebagai tempat warga menyambut kedatangan pengunjung dengan keramahan.

Masyarakat Sasak Ende merawat hunian tradisional suku Sasak yang mereka sebut bale tani. Bangunan-bangunan tersebut berdiri khas dengan dinding tanpa plesteran semen serta atap dari anyaman jerami.

IKLAN

Penghuni desa juga terus menjalankan kebiasaan lama mengolesi lantai rumah menggunakan campuran lumpur, tanah liat, dan kotoran sapi. Selanjutnya, mereka mewajibkan setiap orang menundukkan badan saat masuk ke dalam rumah sebagai bentuk etika adat.

Di samping arsitektur rumah, kebudayaan desa ini juga terpancar dari aktivitas harian warga. Kaum perempuan Sasak Ende tekun menyusun helai demi helai benang di atas alat tenun kayu tradisional. Hal ini karena masyarakat menempatkan keterampilan ini sebagai kewajiban adat bagi para wanita sejak usia dini.

“Menenun kain menjadi budaya kreatif yang terjaga secara turun-temurun,” lanjutnya.

Selain menghasilkan kain tenun dan kerajinan anyaman ketak, warga memelihara seni bela diri tradisional peresean. Dari dokumentasi Pemkab Lombok Tengah, terlihat dua petarung (pepadu) laki-laki bertelanjang dada menguji ketangkasan dan keberanian di tengah arena.

Mereka saling mengayunkan tongkat rotan (penjalin) serta menangkis serangan menggunakan perisai tebal dari kulit kerbau (ende).

​Rute Perjalanan, Fasilitas, dan Panduan Wisatawan

Untuk menuju lokasi dari pusat Kota Mataram, wisatawan dapat menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 40 kilometer. Mereka membutuhkan waktu tempuh sekitar 50 hingga 60 menit berkendara.

Rute utama melintasi Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok menuju arah selatan. Setelah melewati kawasan bandara di Praya, perjalanan berlanjut menyusuri Jalan Pariwisata jalur lama menuju Mandalika.

Lokasi desa wisata terletak di sebelah kanan jalan dan mudah dikenali melalui papan penanda yang jelas serta area parkir yang luas.

Situs resmi pariwisata Go Mandalika mencatat, Desa Wisata Sasak Ende memiliki sarana penunjang yang sangat lengkap untuk menyambut kunjungan wisatawan. Pengelola menyediakan area parkir luas, balai pertemuan, kafetaria, tempat makan, fasilitas outbound, mesin ATM, toilet umum, kios suvenir, spot foto, hingga area Wi-Fi.

Papan penanda yang jelas di tepi Jalan Pariwisata jalur lama Mandalika memudahkan wisatawan menemukan lokasi desa yang terletak di sebelah kanan jalan.

Selain itu, pengelola mengimbau para wisatawan untuk tetap menghormati tata krama lokal. Termasuk dengan mengenakan pakaian sopan dan selalu meminta izin sebelum memotret warga.

Pengunjung juga disarankan membawa uang tunai secukupnya untuk bertransaksi secara langsung dengan para perajin lokal di kawasan desa wisata tersebut. (*)

Artikel Terkait