PemerintahanSumbawa

Cetak Sawah Baru 2.500 Hektare di Sumbawa Tunggu Hasil Survei

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa masih menunggu hasil verifikasi final Tim Survei, Investigasi, dan Desain (SID) untuk menentukan lokasi program cetak sawah baru seluas 2.500 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati mengatakan, tim survei masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan lokasi yang memenuhi persyaratan. Data awal menunjukkan Kecamatan Utan memiliki usulan sekitar 500 hektare, sedangkan sejumlah lokasi lain masih menunggu hasil pemeriksaan tim di lapangan.

“Kami sudah rapat bersama tim survei dan prosesnya masih berjalan. Sampai sekarang kami belum menerima kepastian dari 2.500 hektare usulan itu, lokasi mana saja yang memenuhi dan mendapat persetujuan,” ujarnya.

IKLAN

Wayan menegaskan pemerintah menjadikan ketersediaan sumber air sebagai syarat utama dalam memilih lokasi cetak sawah baru. Tim survei juga terus memeriksa kondisi wilayah untuk memastikan lahan memiliki sumber air yang memadai.

“Lokasi yang masuk program harus memiliki sumber air. Karena itu, tim survei masih bekerja untuk menentukan wilayah yang benar-benar memenuhi syarat,” ujarnya.

Menurut Wayan, pemerintah perlu memastikan petani dapat memanfaatkan lahan secara maksimal setelah program berjalan. Ketersediaan air juga memungkinkan petani mengelola sawah secara berkelanjutan setelah program selesai.

IKLAN

Karena itu, Distan Sumbawa tidak hanya mengejar target luasan. Pemerintah juga mempertimbangkan fungsi dan keberlanjutan lahan agar program benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

“Air menjadi faktor penting dalam program ini. Jangan sampai sawah sudah kita cetak, tetapi petani tidak bisa memanfaatkannya karena tidak ada sumber air. Kondisi seperti itu justru membuat anggaran tidak memberikan hasil maksimal,” ujarnya.

Program Strategis Nasional

Wayan menjelaskan program cetak sawah baru masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN). Pemerintah karena itu perlu memastikan lokasi yang masuk program memenuhi kriteria dan mampu mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Selain ketersediaan air, pemerintah juga memperhatikan kemampuan petani memanfaatkan sumber air secara mandiri setelah program berjalan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan lahan baru dapat langsung menunjang produksi pertanian.

Sementara itu, Distan tidak mengusulkan lahan yang tidak memiliki sumber air memadai. Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk mencegah munculnya sawah baru yang tidak dapat petani manfaatkan secara optimal.

Tim survei masih melanjutkan pemeriksaan di sejumlah wilayah. Pemkab Sumbawa menunggu hasil final untuk menetapkan lokasi yang memenuhi persyaratan dalam program cetak sawah baru seluas 2.500 hektare. (*)

Artikel Terkait