Dekranasda NTB Dorong Regenerasi Pengrajin, Targetkan Olah Bahan Baku Mentah Jadi Produk Bernilai Tinggi
Mataram (NTBSatu) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pembenahan mentalitas dan daya saing pengrajin lokal. Ini menjadi prioritas utama Dekranasda NTB untuk menghentikan kebiasaan pengrajin yang menjual bahan mentah atau produk setengah jadi tanpa identitas ke luar daerah.
Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta M. Iqbal, menyayangkan tindakan pembeli luar daerah. Mereka memoles ulang kerajinan lokal NTB, lalu menjualnya kembali ke pasar internasional dengan harga berlipat ganda.
Ia menyampaikan, sesuai regulasi kerajinan, perubahan bentuk fisik memberi ruang bagi pengolah akhir untuk mengklaim hak cipta. Praktik ini terus menempatkan pengrajin lokal pada posisi yang merugikan.
“Banyak pengrajin kita belum terbuka pikirannya untuk terus berinovasi. Padahal inovasi memberi nilai jual jauh lebih tinggi. Kami ingin mengedukasi mereka agar tidak hanya puas menjual produk mentah,” ujar Sinta, Senin, 24 Agustus 2026.
Sasar Jenjang SLB hingga SMK
Untuk memutus pola pikir pasif tersebut, Dekranasda NTB merancang strategi jangka panjang melalui regenerasi pengrajin secara masif. Pihaknya merangkul generasi muda dengan memasukkan materi wirausaha, kreativitas, dan teknik kerajinan ke dalam kurikulum muatan lokal di jenjang SMA, SMK, hingga SLB se-NTB.
Selain menyiapkan sumber daya manusia muda yang kreatif, Sinta membenahi efisiensi rantai pasok bahan baku kerajinan, khususnya rotan. Selama ini, para pengrajin lokal menanggung biaya produksi tinggi karena distributor mengirim rotan dari Kalimantan ke Jawa terlebih dahulu sebelum membawanya ke NTB.
Dekranasda NTB kini mendorong optimalisasi potensi bahan baku rotan yang melimpah di Pulau Sumbawa, baik di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) maupun Sumbawa Besar. Pengolahan bahan baku langsung di lokasi asal mampu menekan biaya produksi secara signifikan.
Pendampingan inovasi ini membuktikan keberhasilan nyata pada produk kerajinan ketak.
“Hampir 100 pengrajin lokal mayoritas perempuan mampu memacu inovasi hingga membukukan nilai ekspor mencapai Rp500 juta atau setara 27.000 unit produk melalui optimalisasi media sosial,” lanjutnya
Dekranasda NTB optimistis melakukan edukasi, regenerasi muda, dan efisiensi bahan baku lokal akan membawa produk kerajinan NTB menguasai pasar internasional. (Japriani)




