TGB Soroti Kebakaran Desa Adat Sade, Ingatkan Warga Waspada Perubahan Iklim dan Instalasi Listrik
Lombok Timur (NTBSatu) – TGH Muhammad Zainul Majdi atau yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) menyoroti kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Kebakaran tersebut menghanguskan 75 rumah warga dan 69 art shop. Kerugian akibat kebakaran itu mencapai sekitar Rp34 miliar.
TGB menyampaikan hal itu saat mengisi Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Senin, 25 Agustus 2026.
TGB, yang menjabat Gubernur NTB selama dua periode pada 2008-2018, menyebut perubahan iklim turut meningkatkan risiko bencana. Menurutnya, suhu udara yang sangat tinggi dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.
“Musibah kita ini sebagian berkaitan dengan climate change, artinya perubahan iklim. Jadi ada panas yang sangat tinggi diiringi dengan angin yang kencang,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 25 Agustus 2026.
Ia juga menyoroti kondisi instalasi listrik yang dapat memicu kebakaran. TGB meminta masyarakat memperhatikan kondisi kabel dan berbagai fasilitas kelistrikan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kabel yang sudah tidak layak dapat memicu hubungan arus pendek. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan dan memperparah dampak kebakaran.
“Fasilitas listrik yang dijalankan, kabel-kabel itu harus diperiksa. Jangan sampai terjadi kecelakaan, ada musibah karena arus pendek,” ujarnya.
Warga Diminta Waspada
TGB juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan peralatan listrik maupun api. Ia mengimbau warga mencabut peralatan listrik setelah selesai menggunakannya.
“Kalau kita menggunakan alat listrik, pastikan itu kita cabut, kita matikan. Demikian juga kalau menyalakan api, sekecil apa pun api itu,” katanya.
Menurut TGB, masyarakat perlu lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan yang rawan kebakaran. Ia mencontohkan kawasan sekitar Gunung Rinjani yang memiliki potensi kebakaran ketika masyarakat tidak menjaga penggunaan api.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Bara dari puntung rokok, kata dia, dapat memicu kebakaran ketika mengenai material yang mudah terbakar.
TGB berharap, masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Ia juga meminta masyarakat segera melakukan penanganan jika kebakaran terjadi agar api tidak meluas.
“Intinya adalah waspada, hati-hati, dan tentu kita banyak doa pada Allah SWT. Mudah-mudahan daerah kita tidak tertimpa musibah,” ujarnya.
TGB berharap, masyarakat dan pemerintah dapat bergerak cepat menangani setiap bencana. Dengan langkah tersebut, masyarakat dapat segera memulihkan kondisi dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. (*)




