NTBPeristiwa

Pelajaran dari Tiga Musibah Kebakaran di NTB, Apa Pentingnya Kesiapsiagaan Darurat?

Mataram (NTBSatu) – Rentetan musibah kebakaran yang menghanguskan pemukiman warga hingga fasilitas pendidikan di NTB menegaskan krusialnya pemahaman mitigasi bencana.

Masyarakat membutuhkan penguasaan langkah penyelamatan diri sejak detik-detik awal munculnya kobaran api. Hal ini berguna untuk menekan potensi jatuhnya korban jiwa maupun kerugian harta benda.

Hal ini sesuai dengan tanggapan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, terkait pentingnya kesiapsiagaan darurat bencana kebakaran.

IKLAN

“Kesiapsiagaan darurat bencana, khususnya dalam mengantisipasi musibah kebakaran, sangat krusial karena merupakan kunci utama. Terutama dalam meminimalkan dampak fatal dan mempercepat pemulihan,” ujarnya kepada NTBSatu pada Senin, 24 Agustus 2026.

Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah mengimbau masyarakat mengambil sejumlah langkah darurat apabila menemukan titik api di lingkungan tempat tinggal.

Pertama, ​warga bisa melakukan evakuasi diri secara cepat. Kedua, menghindari paparan asap. Ketiga, memutus aliran listrik dan gas.

IKLAN

Keempat, gunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau kain basah untuk memadamkan titik api yang masih kecil. Keempat, ​hubungi panggilan darurat untuk Damkar maupun pihak kepolisian.

Sebelumnya, ​insiden keselamatan kebakaran menjadi sorotan utama menyusul tiga peristiwa kebakaran hebat di Bima, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

Panduan Mitigasi Kebakaran Saat Situasi Darurat

​Dinas Damkartan Kabupaten Lombok Tengah merilis 11 langkah mitigasi keselamatan yang wajib dipahami masyarakat saat menghadapi insiden kebakaran.

  1. ​Tetap tenang dan jangan panik. Kepanikan dapat menghambat proses evakuasi diri;
  2. ​Segera beri peringatan. Teriakkan kata “Kebakaran!” dan aktifkan alarm darurat jika tersedia di lokasi;
  3. ​Segera keluar bangunan. Gunakan jalur evakuasi yang ada dan jangan menunggu hingga api membesar;
  4. ​Hindari penggunaan lift. Gunakan tangga darurat atau jalur evakuasi aman saat berada di gedung bertingkat;
  5. ​Merunduk jika terjebak asap. Bergeraklah mendekati lantai karena udara bersih berada di lapisan bawah;
  6. ​Periksa suhu pintu. Gunakan punggung tangan untuk memeriksa suhu gagang pintu. Jika terasa panas, cari jalur keluar alternatif;
  7. ​Tindakan saat pakaian terbakar. Warga bisa terapkan teknik Berhenti-Jatuhkan Diri-Berguling hingga api padam;
  8. ​Utamakan keselamatan nyawa. Jangan kembali ke dalam bangunan untuk mengambil barang berharga atau menyelamatkan harta benda;
  9. ​Berkumpul di titik aman. Segera menuju assembly point (titik kumpul) dan jangan masuk kembali sebelum petugas menyatakan area aman;
  10. ​Hubungi layanan darurat. Segera telepon Call Center Pemadam Kebakaran di nomor 112. Berikan informasi detail mengenai lokasi kejadian, jenis bangunan, dan kondisi korban;
  11. ​Jika api masih dalam skala kecil, gunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan rumus TATA (Tarik pin pengaman, Arahkan ke sumber api, Tekan tuas, Sapu ke kiri dan kanan). Namun, hindari memadamkan api sendiri apabila kobaran sudah membesar, menghasilkan asap tebal, atau mengancam jalur keluar.

Kebakaran di Bima: Pasutri Lansia Meninggal

Musibah kebakaran melanda permukiman di Desa Doro O’o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Kebakaran melahap rumah panggung kayu hingga rata dengan tanah dan menimbulkan korban jiwa.

Pasangan suami istri lansia, Mahmud (85) dan Aisyah (75) menjadi korban jiwa dalam insiden ini. ​Dua korban tidak berhasil menyelamatkan diri karena keterbatasan fisik akibat faktor usia. Sementara itu, tiga anggota keluarga lainnya, termasuk seorang balita selamat dari maut.

​Kapolsek Langgudu, Ipda Muhammad Suhaili menduga kebakaran tersebut terjadi akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Setelah itu, korsleting ini menimpa satu pekarangan yang dihuni dua kepala keluarga. Total kerugian materiil akibat kejadian ini mencapai Rp250 juta.

“Kebakaran diduga karena arus pendek atau korsleting listrik,” ujarnya pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kebakaran di Lombok Tengah: Ratusan Bangunan di Desa Adat Sade Hangus

Pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 20.30 Wita, api membakar kawasan permukiman adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Material bangunan berupa kayu, bambu, dan atap ilalang membuat api merambat sangat cepat.
​Sebanyak 120 bangunan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.

Petugas pemadam kebakaran mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun insiden ini menghanguskan rumah adat beserta peninggalan sejarah dan harta berharga lainnya.

Kebakaran di Lombok Timur: Kobaran Api di Asrama Ponpes Anjani

Rangkaian insiden berlanjut pada Minggu malam, 23 Agustus 2026, sekitar pukul 19.00 Wita. Api membakar fasilitas empat kamar asrama santri Madrasah Aliyah (MA) Muallimin NW Anjani di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

​Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, memerinci area fisik yang terdampak kebakaran tersebut.

​”Yang terbakar adalah ruang asrama santri MA Mu’allimin NW Anjani sebanyak 4 lokal,” katanya kepada NTBSatu pada Senin, 24 Agustus 2026.

​Insiden tersebut tidak memakan korban jiwa karena seluruh santri tengah berada di rumah masing-masing untuk menikmati masa libur sekolah. Pihak kepolisian menduga korsleting listrik sebagai pemicu awal kejadian dan masih merincikan total kerugian.

Imbauan Kesiapsiagaan

Rentetan peristiwa kebakaran ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat. Warga diimbau untuk rutin memeriksa kelaikan instalasi listrik.

Selain itu, warga harus memastikan mematikan kompor saat meninggalkan rumah. Selanjutnya yang tidak kalah penting, harus menyediakan alat pemadam sederhana di lingkungan permukiman guna mencegah kejadian serupa berulang. (*)

Artikel Terkait