NTB

Dari Lombok ke Eropa, Kerajinan Ketak dan Rotan NTB Tembus Pasar Global

Mataram (NTBSatu) – Produk kerajinan berbahan ketak dan rotan asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menembus pasar internasional. PT Fatih Craft Lombok mencatat ekspor kelima dengan tujuan Jerman, Belgia, dan Malaysia.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Sinta M. Iqbal, mengapresiasi sekaligus melepas pengiriman produk kerajinan tersebut pada Senin, 24 Agustus 2026.

Sinta menilai, pencapaian PT Fatih Craft Lombok menunjukkan kemampuan pengrajin lokal menghasilkan produk berkualitas untuk konsumen mancanegara. Ia juga mengapresiasi strategi perusahaan dalam mencari pembeli luar negeri melalui media sosial Facebook.

IKLAN

Menurut Sinta, pemanfaatan platform digital dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pengrajin NTB. Ia mendorong pelaku usaha lain mengikuti langkah tersebut dan mengoptimalkan media sosial sebagai sarana promosi.

Sinta juga menyarankan pengrajin melibatkan generasi muda atau Karang Taruna untuk membantu mengelola media sosial. Langkah tersebut dapat membantu pelaku usaha ketika menghadapi kendala bahasa saat berkomunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri.

Kualitas dan Identitas Produk Jadi Kunci

Pasar Eropa memiliki standar ketat bagi produk kerajinan. PT Fatih Craft Lombok mampu memenuhi sejumlah aspek kurasi, termasuk perhatian terhadap lingkungan serta pemberdayaan masyarakat sekitar, terutama kaum perempuan.

IKLAN

Sinta turut mengingatkan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Menurutnya, perlindungan tersebut dapat menjaga identitas produk khas NTB agar tetap membawa nama Indonesia ketika memasuki pasar global.

“Untuk bisa tembus Eropa itu tidak mudah karena standarnya banyak, termasuk aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Saya juga sangat menekankan pentingnya HAKI agar identitas produk kita terlindungi dan sebutan Indonesianya tidak hilang saat dipasarkan di Jerman atau negara lainnya,” ujarnya, Senin, 24 Agustus 2026.

Sementara itu, Direktur PT Fatih Craft Lombok, H. Sapriadi mengatakan, keberhasilan ekspor kelima lahir dari konsistensi menjaga kualitas serta keberanian memanfaatkan teknologi. Ia merintis usaha tersebut bersama sang istri hingga mampu mengirim produk secara rutin ke luar negeri.

“Ekspor kelima ini adalah buah dari kerja keras para pengrajin lokal, terutama kaum perempuan di sekitar tempat usaha kami. Kami ingin membuktikan bahwa dari desa di Lombok Tengah, produk lokal bisa menyapa konsumen di berbagai belahan dunia,” ujar Sapriadi.

PT Fatih Craft Lombok juga bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB untuk memperkuat pengembangan UMKM. Kolaborasi tersebut mencakup peningkatan kualitas, inovasi, serta keberlanjutan rantai pasok.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, H. Lalu Wiranata, berharap capaian tersebut mampu membuka perspektif generasi muda mengenai peluang ekonomi dari daerah sendiri.

“Ini lebih dari sekadar pencapaian bisnis, keberhasilan ekspor ini diharapkan dapat membuka mata generasi muda NTB bahwa mereka tidak perlu keluar dari daerahnya untuk mencari peluang kerja, melainkan bisa terus berkarya dan membangun ekonomi lokal langsung dari kampung halaman,” ujar Wiranata. (Japriani)

Artikel Terkait