Unram Lepas Ribuan Mahasiswa Baru Edukasi Masyarakat soal Sampah dan Pangan
Mataram (NTBSatu) – Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., melepas 6.665 mahasiswa baru Tahun 2026 untuk terjun langsung ke masyarakat, Rabu, 12 Agustus 2026.
Prof. Sukardi melepas ribuan mahasiswa tersebut dari Lapangan Rektorat Unram. Sebelum berangkat, mahasiswa membawa bibit tanaman serta materi edukasi sesuai tugas masing-masing kelompok.
Unram membagi 6.665 mahasiswa baru ke dalam 222 kelompok. Setiap kelompok mendapat tugas pada satu wilayah RT dan memperoleh pendampingan dari seorang kakak pendamping.
Pola tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan warga sekaligus mengenali persoalan lingkungan sekitar.
Kegiatan ini menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa baru untuk menerapkan pengetahuan melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Mereka tidak hanya mengenal kehidupan kampus, tetapi juga belajar memahami kebutuhan warga serta persoalan lingkungan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai informasi, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Program tersebut bertujuan mengedukasi warga tentang pengelolaan sampah dan ketahanan pangan.
Rektor Unram Tekankan Makna Bibit dan Pengetahuan
Prof. Sukardi mengatakan, kegiatan tersebut membawa pesan tentang kehidupan, kepedulian, dan harapan. Menurutnya, bibit yang mahasiswa bawa memiliki makna lebih luas daripada sekadar tanaman.
“Dalam benih itu ada kehidupan, dalam tanaman itu ada harapan. Gerakan ini adalah memberikan harapan kepada masyarakat, keluarga, dan bahkan bangsa,” ujarnya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Rektor juga meminta mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengetahuan, semangat, dan inspirasi. Ia mendorong mahasiswa agar menjadikan persoalan masyarakat sebagai bahan pembelajaran sejak awal masa kuliah.
“Ketika nanti turun ke lapangan, jangan hanya bagikan bibit, tapi bagikanlah pengetahuan, bagikanlah semangat, bagikanlah inspirasi. Belajarlah dari persoalan di masyarakat, kenali persoalan di masyarakat,” pesannya.
Sawira Saputri, mahasiswa Program Studi Teknik Pertanian, mendapat tugas bersama kelompoknya di Karang Pule. Mereka membawa tanaman cabai, jeruk purut, dan terong untuk masyarakat.
Sawira mengaku merasakan pengalaman yang beragam saat pertama kali mengikuti kegiatan tersebut sebagai mahasiswa Unram.
“Campur aduk sih, capek, senang, tapi belum siap untuk tugas-tugas kuliah nanti. Tapi santai saja, pasti bisa,” ungkapnya.
Mahasiswa Bawa Edukasi Pengelolaan Sampah
Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik, Alfatir Maulana Zen, mendapat tugas di Kekalik Indah RT 11. Kelompoknya membawa materi tentang eco-enzyme untuk mengenalkan salah satu metode pengolahan sampah kepada masyarakat.
Alfatir mengatakan, kelompoknya menghadapi tantangan berupa koordinasi dan keterbatasan waktu saat menyiapkan kegiatan. Namun, pengalaman tersebut justru membantu mahasiswa belajar membangun kerja sama sebelum berinteraksi langsung dengan warga.
“Harapannya koordinasi antara RT dengan kami berjalan lancar dan sukses, dan kalau bisa solidaritasnya terbentuk,” katanya.
Kegiatan tersebut juga memperkenalkan mahasiswa pada peran ilmu pengetahuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Unram mengarahkan mahasiswa untuk membangun kepedulian sosial dan lingkungan sejak awal perkuliahan.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Edukasi ketahanan pangan mendukung SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sedangkan edukasi pengelolaan sampah mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. (*)




