STKIP Tamsis Bima Perkuat Mutu Pengabdian, Empat Program Hibah Jalani Monev
Bima (NTBSatu) – STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Internal bagi dosen penerima hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi langkah kampus untuk menjaga mutu program sekaligus memastikan pengabdian memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bima dan Dompu.
Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menegaskan Monev bukan sekadar kegiatan administratif.
Evaluasi tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap program berjalan sesuai target dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Monev tahun ini menghadirkan Prof. Sutarto, M.Pd., sebagai reviewer. Selama tiga tahun berturut-turut, ia mendapat kepercayaan menjalankan tugas sebagai reviewer Monev Hibah Internal STKIP Tamsis Bima.
Prof. Sutarto juga merupakan reviewer nasional sekaligus putra daerah Dompu. Latar belakang tersebut membantu proses evaluasi memahami konteks sosial dan budaya masyarakat Bima serta Dompu. Dr. Syarifuddin, M.Pd., turut mendampingi evaluasi sebagai reviewer pendamping.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Tamsis Bima, Dr. Nanang Diana, M.Pd., mengatakan Monev menjadi bagian dari sistem penjaminan mutu penelitian dan pengabdian masyarakat.
“Monev ini merupakan sistem penjaminan mutu penyelenggaraan penelitian dan pengabdian yang merupakan gambaran konkret dari ketercapaian target serta kesesuaian antara rencana dengan implementasi di lapangan,” ujarnya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Empat Program Pengabdian Jadi Fokus Evaluasi
Monev tersebut mengevaluasi sedikitnya empat program pengabdian dengan fokus yang beragam. Sri Lastuti, M.Pd., memaparkan program pemberdayaan kelompok ibu muda pascapernikahan dini melalui penguatan literasi parenting dan kewirausahaan olahan ikan pada Sekolah Perempuan UMMA Kecamatan Sape.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pengasuhan sekaligus membuka keterampilan usaha bagi kelompok ibu muda.
Selanjutnya, Abd. Haris, M.Pd., memaparkan program pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis masalah yang mengacu pada Kurikulum Merdeka dan kearifan lokal Mbojo.
Program tersebut mendorong guru sekolah dasar menyusun bahan ajar yang sesuai kebutuhan siswa dan lingkungan budaya setempat.
Sementara itu, Suriya Ningsyih mengembangkan e-comic cerita rakyat Mbojo berbasis Teaching at the Right Level (TaRL) dengan bantuan kecerdasan buatan atau AI.
Program tersebut membantu guru SDN Inpres Sie 2 memperkuat literasi siswa melalui media pembelajaran berbasis teknologi.
Program keempat berasal dari Edy Suparjan, M.Pd., melalui penguatan nilai budaya Bima menggunakan komik edukatif sebagai upaya mencegah kekerasan pada SDN Pela, Kecamatan Monta.
Keempat program tersebut mengarah pada penguatan literasi, pemberdayaan perempuan, peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta pelestarian kearifan lokal.
Dalam kegiatan tersebut, civitas akademika STKIP Tamsis Bima juga memberikan apresiasi kepada Arif Rahman Hakim. Dosen tersebut berhasil meloloskan proposal hibah secara berturut-turut selama lebih dari tiga tahun.
LPPM STKIP Tamsis Bima berharap kerja sama antara dosen dengan sekolah dan kelompok masyarakat sasaran terus berjalan setelah masa hibah berakhir.
Keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaat pengabdian terus berkembang dan memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat. (*)




