Kabupaten BimaPeristiwa

Kebakaran Rumah Panggung di Langgudu Bima, Pasangan Lansia Meninggal

Mataram (NTBSatu) – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah panggung 12 tiang beserta dapur rumah batu di Desa Doro O’o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, NTB pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 02.30 Wita.

Peristiwa tragis pada dini hari tersebut mengakibatkan sepasang lanjut usia yang merupakan pasangan suami istri meninggal dunia di lokasi kejadian. Kapolres Bima Kota, AKBP Mubiarto melalui Kapolsek Langgudu Ipda Muhammad Suhaili juga membenarkan peristiwa tersebut.

​”Kebakaran menimpa rumah panggung 12 tiang beserta dapur rumah batu milik Mahmud Ama Sana. Alamatnya di RT 10 RW 04, Desa Doro O’o, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima,” ujarnya pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

IKLAN

Awal Mula Peristiwa

Sebelumnya, insiden ini mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Korban teridentifikasi bernama Mahmud Ama Sana (82), seorang petani, dan istrinya Aisya (80), seorang ibu rumah tangga.

Selain pasangan suami istri lansia tersebut, bangunan rumah panggung itu juga menjadi tempat tinggal bagi anak kandung korban, Hanafiah, bersama suaminya Sudarmono serta dua orang anak mereka yang masing-masing masih berusia 5 tahun dan 1 tahun.

​Peristiwa mengenaskan ini bermula saat Hanafiah terbangun dari tidurnya karena mendadak merasakan hawa panas pada bagian kepala. Saat membuka mata dan melihat sekeliling, ia mendapati kobaran api sudah membesar dan melalap bagian dalam rumah.

IKLAN

Hanafiah berupaya menyelamatkan ibunya, Aisya, serta kedua anaknya. Namun kepungan api yang kian ganas memaksanya hanya berhasil membawa keluar kedua anaknya dalam keadaan selamat.

​Seusai mengamankan anak-anaknya di luar rumah, Hanafiah langsung berlari membangunkan suaminya yang tengah tidur di area kandang untuk menjaga sapi.

Puluhan warga sekitar berdatangan bergotong royong memadamkan api secara swadaya sebelum armada pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian. Kobaran api akhirnya berhasil petugas dan warga jinakkan beberapa saat kemudian.

Evakuasi Korban dan Penyelidikan Kepolisian

Usai pemadaman, petugas dan warga menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar serius. Jasad Mahmud tergeletak di antara sisa reruntuhan rumah panggung yang terbakar. Sedangkan Aisya berada di dalam toilet area dapur rumah batu.

Personel Polsek Langgudu mendatangi lokasi pada pukul 03.10 Wita untuk mengamankan area serta menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya tim medis Puskesmas Langgudu Barat datang pada pukul 04.30 Wita untuk memeriksa jenazah.

​Penyelidikan awal kepolisian mengindikasikan bahaya arus pendek atau korsleting listrik sebagai pemicu utama kebakaran. Meski demikian, penyidik masih terus melakukan pendalaman intensif untuk memastikan penyebab pasti musibah ini.

Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa kelayakan instalasi listrik. Mereka juga meminta masyarakat tidak meninggalkan peralatan elektronik berpotensi korsleting saat tidur atau meninggalkan rumah. (*)

Artikel Terkait