Sumbawa

Pemkab Sumbawa Pastikan Penanganan Jalan Orong Telu Tetap Berlanjut

Sumbawa Besar (NTBSatu)Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, memastikan penanganan ruas jalan menuju wilayah Orong Telu tetap berlanjut, meski masih terkendala keterbatasan anggaran dan faktor cuaca.

Kepala Dinas PUPR Sumbawa, Muhammad Sofyan mengatakan, penegasan itu menjawab berbagai tanggapan masyarakat yang beredar di media sosial.

Sofyan mengaku belum dapat memastikan secara rinci titik jalan yang ramai menjadi masyarakat. Apakah berada di kawasan Orong Telu atau Batu Rotok. Namun ia menegaskan, pemerintah daerah telah melakukan penanganan sejak 2025.

IKLAN

“Kami tetap melaksanakan perbaikan jalan dari Lenangguar sampai menjelang Batu Rotok,” ujarnya kepada NTBSatu belum lama ini.

Menurut Sofyan, penanganan di ruas jalan Orong Telu, masih bersifat fungsional. Yaitu, perataan badan jalan (stripping). Setelah itu, tim lapangan melakukan pemadatan menggunakan alat berat serta penambahan material pada titik-titik yang mengalami kerusakan parah.

“Langkah ini agar masyarakat tetap bisa melintasi jalan dengan aman dan nyaman,” jelasnya.

IKLAN

Alasan Pemkab Belum Aspal Permanen

Ia menegaskan, Pemkab Sumbawa belum dapat melakukan pengaspalan permanen karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

Sofyan merinci, ruas jalan yang saat ini ditangani meliputi Lenangguar–Teladan sepanjang 7,4 kilometer, Teladan–Pelita sekitar 21–22 kilometer, serta Pelita–Batu Rotok. Pada ruas Pelita–Batu Rotok, pemerintah juga melakukan pelebaran badan jalan dari sekitar 3 meter menjadi 7–8 meter.

“Selain itu, tim teknis juga menurunkan beberapa titik tanjakan agar kendaraan lebih mudah melintas, terutama saat musim hujan,” tambahnya.

Ia menyebut, masyarakat mulai merasakan dampak dari perbaikan tersebut. Waktu tempuh dari Kota Sumbawa menuju Pelita maupun Desa Sebeok kini disebut lebih singkat dibanding sebelumnya.

“Dulu masyarakat membutuhkan waktu berjam-jam. Sekarang waktu tempuh bisa jauh lebih cepat,” katanya.

Sofyan menambahkan, panjang ruas jalan serta kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam proses pengerjaan. Meski demikian, Pemkab Sumbawa tetap melanjutkan penanganan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Ia juga meminta masyarakat memahami bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini bertujuan menjaga fungsi jalan agar tetap dapat dilalui, bukan untuk pembangunan aspal permanen.

“Kami ingin masyarakat tetap bisa menikmati akses jalan, meski kemampuan anggaran daerah masih terbatas,” katanya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button