Opini

Relevansi “Islam Berkemajuan” Muhammadiyah di Era Society 5.0

Oleh: Mujaddidudin Waddaullah – Peserta Pelatihan Kader Madyah Taruna Melati lll PW IPM Jawa Tengah (Utusan PW IPM NTB)

Direktur Maarif Institute, Andar Nubowo, Ph.D. didapuk menjadi Pemateri dalam kegiatan Pelatihan Kader Madya Taruna Melati III yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah. Andar menyampaikan topik “Muhammadiyah Society 5.0” sebagai materi penutup kelas online PKMTM III.

Menurut Andar, era Society 5.0 ini ditandai dengan perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat, kehadiran berbagai inovasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga Big Data yang mulai digunakan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi cara manusia bekerja, tetapi juga cara berpikir, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sosial.

IKLAN

Di tengah perkembangan tersebut, konsep Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah dinilai tetap relevan sebagai jawaban atas tantangan zaman. Muhammadiyah tidak hanya memandang teknologi sebagai alat kemajuan, tetapi juga sebagai sarana untuk menghadirkan nilai kemanusiaan, pendidikan, dan kebermanfaatan sosial di tengah masyarakat modern.

Andar juga menyampaikan bahwa “Salah satu dampak digitalisasi dapat dilihat dalam sektor ekonomi, banyak toko dan layanan konvensional mulai mengalami penurunan karena masyarakat lebih memilih menggunakan belanja online”. Perubahan pola konsumsi tersebut menunjukkan bahwa teknologi telah mengubah cara masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih kreatif dan adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman.

Selain dalam bidang ekonomi, menurut Andar perkembangan media digital juga memunculkan tantangan sosial dan politik. “Polarisasi di media sosial semakin sering terjadi, terutama ketika memasuki momentum politik contohnya pemilu 2019 dan 2024 lalu”. Perbedaan pandangan yang seharusnya menjadi bagian dari demokrasi justru berkembang menjadi konflik identitas dan perpecahan di tengah masyarakat.

IKLAN

Muhammadiyah melalui konsep Islam Berkemajuan menekankan pentingnya menjaga nilai persatuan, toleransi, dan sikap kritis dalam menghadapi arus informasi digital. Konsep Islam Berkemajuan tidak hanya berbicara tentang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana manusia tetap menjunjung tinggi akhlak, kemanusiaan, dan solidaritas sosial.

Dalam pandangan Andar, Islam Berkemajuan merupakan salah satu bentuk jihad Muhammadiyah untuk menjawab berbagai persoalan serta perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Jihad yang dimaksud bukan hanya dalam makna perjuangan secara fisik, tetapi bagaimana Muhammadiyah mampu menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan zaman melalui pendidikan, dakwah, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari berbagai amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Intisari dari Islam Berkemajuan adalah bagaimana nilai-nilai Islam dapat dilembagakan dalam bentuk amal usaha yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, Muhammadiyah tidak hanya hadir sebagai organisasi dakwah, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang aktif memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan umat.

Sebagai penutup Andar mengharapkan Pelajar Muhammadiyah mampu menjadi agen literasi digital dengan memberikan edukasi kepada Masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media social dan menyaring informasi.

Islam Berkemajuan ala Muhammadiyah pada akhirnya menjadi semakin relevan karena mampu menempatkan teknologi sebagai alat untuk menciptakan kebermanfaatan bagi umat manusia. Di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang, Muhammadiyah dituntut untuk terus menghadirkan gagasan yang adaptif, terbuka, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin’. (*)

Artikel Terkait

Back to top button